Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Habib Syech Lantunkan Lir Ilir Khusus Buat Ganjar Saat Tahlilan Bung Karno

Habib Syech Lantunkan Lir Ilir Khusus Buat Ganjar Saat Tahlilan Bung Karno Kredit Foto: Pemprov Jateng
Warta Ekonomi, Jakarta -

Komplek Benteng Vastenburg Solo menjadi lautan manusia saat gelaran Tahlil Akbar dan Selawatan bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dan Gus Karim. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Peringatan Bulan Soekarno di Jawa Tengah.

Acara dimulai dengan tahlilan dan doa yang dipimpin oleh pengasuh pondok pesantren Al-Qur’aniy Az-Zayadiyy Laweyan Solo, KH Abdul Karim atau yang akrab disapa Gus Karim. Kemudian disambung dengan selawatan Habib Syech dengan iringan hadrah Ahbabul Musthofa.

Di antara sederet syair solawat, Habib Syech mempersembahkan tembang “Lir Ilir” khusus untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Tembang ciptaan Sunan Kalijaga itu memiliki makna manusia harus bangkit dari keterpurukan. Dan, seorang pemimpin harus bisa menjalankan rukun Islam sebagaimana digambarkan dalam lirik “Cah angon, penekna belimbing kuwi“.

“Ada satu tembang yang disukai Pak Gubernur. Saya ingin mempersembahkan. Beliau sebenarnya mau hadir, tapi waktunya dihitung tidak cukup sampai di sini. Mungkin beliau juga melihat youtube (acara ini),” ujar Habib Syech dilanjut dengan tembang “Lir Ilir”.

Dalam acara yang digelar untuk memperingati Haul ke-52 presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, Habib Syech menyampaikan pesan kepada hadirin untuk dapat meneladani dan meneruskan perjuangan Bung Karno.

“Mudah-mudahan kita semua dapat meneruskan perjuangan beliau. Dan kita semua berdoa, insyaallah Indonesia aman, indonesia selamat,” kata Habib Syech.

Habib Syech juga mengatakan sudah lama merindukan acara selawatan bersama seperti ini. Sebab sudah lama, ia tidak menggelar Jateng Berselawat, sebuah acara selawatan yang digelar rutin bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Malam ini mestinya Pak Ganjar datang, tapi karena masih perjalanan dari Jakarta sehingga beliau belum ada di tengah-tengah kita. Sebenarnya kita semua rindu. Mari kita doakan beliau sehat, termasuk para pemimpin kita di sini, ada Pak Wali Kota Solo, pak polisi, TNI dan lainnya. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan mendapat berkah dan kita semua selamat,” tuturnya.

Sementara, dalam tausiyahnya Gus Karim menyampaikan, Soekarno merupakan orang yang paling berjasa atas kemerdekaan Indonesia.

“Beliau ini orang istimewa dibanding diri kita. Karena yang namanya proklamator itu satu. Beliau yang telah berusaha memerdekakan saya dan anda semua,” tandasnya.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan