Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Innalillahi... Mal di Ukraina dengan 1.000 Warga di dalamnya Dihantam Rudal Rusia

Innalillahi... Mal di Ukraina dengan 1.000 Warga di dalamnya Dihantam Rudal Rusia Kredit Foto: Reuters/Gleb Garanich
Warta Ekonomi, Moskow -

Serangan rudal Rusia menghantam mal dengan lebih dari 1.000 warga sipil di kota Kremenchuk, Ukraina tengah, pada Senin (27/6/2022).

Hal tersebut diungkapkan oleh kata Presiden Volodymyr Zelensky dalam sebuah unggahan di Telegram.

Baca Juga: Dendam ke Amerika dan Inggris Terbalas, Rusia Bersumpah Jepang Target Selanjutnya

"Pasukan Rusia menembakkan roket ke pusat perbelanjaan, di mana ada lebih dari seribu warga sipil. Mal terbakar, penyelamat memerangi api, jumlah korban tidak mungkin dibayangkan," kata Zelensky.

Kyrylo Tymoshenko, wakil kepala kantor Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan, sedikitnya dua orang tewas dan 20 luka-luka dalam serangan rudal Rusia.

 Selan itu, ada sembilan orang yang dikatakan terluka dalam kondisi serius.

Menurut Zelensky, bangunan itu tidak menimbulkan bahaya bagi tentara Rusia lantaran tidak ada nilai strategis.

"Rusia terus menempatkan ketidakberdayaannya pada warga biasa. Tidak ada gunanya mengharapkan kecukupan dan kemanusiaan di pihaknya," tulis Zelensky.

Walikota kota Vitaliy Meletskiy mengatakan serangan itu telah menyebabkan kematian dan cedera, tetapi tidak memberikan angka spesifik.

"Dokter, penyelamat, dan aparat penegak hukum sedang bekerja di tempat kejadian. Jumlah korban sedang diklarifikasi," kata Kepala Administrasi Militer Daerah Poltava Dmytro Lunin dalam sebuah posting telegram.

Lunin menyebut serangan roket di mal di Kremenchuk sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Tindakan teror yang tidak terselubung dan sinis terhadap penduduk sipil,” katanya.

Kremenchuk, sebuah kota industri berpenduduk 217.000 sebelum invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina, adalah lokasi kilang minyak terbesar Ukraina.

Tidak ada komentar langsung dari Rusia, yang menyangkal sengaja menargetkan warga sipil.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan