Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mohon Simak Baik-baik! Fadli Zon Tegas: Politik Identitas Bukan Ancaman Demokrasi!

Mohon Simak Baik-baik! Fadli Zon Tegas: Politik Identitas Bukan Ancaman Demokrasi! Kredit Foto: Instagram Fadli Zon
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politik Identitas menjadi satu isu yang banyak di bahas pada momen menjelang Pemilu 2024 mendatang.

Salah seorang kandidat Calon Presiden yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahkan mendapat serangan yakni label dari pendukung kandidat lain sebagai “Bapak Politik Identitas” karena dianggap memainkan isu agama saat mengalahkan petahana di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Mengenai isu politik identitas ini, Politisi Partai Gerindra Fadli Zon angkat suara. Lewat thread di akun twitternya yang berjudul “Politik Identitas Bukan Ancaman Demokrasi”, Fadli menganggap bahwa Politik Identitas bukanlah sebuah ancaman demokrasi.

Cuitan Fadli ini juga sebagai respons dari rencana Polri yang akan membentuk tim khusus yang akan menanganani masalah politik Identitas. Menurut Fadli Zon, hal itu sangatlah berlebihan.

“Kalau tujuannya sebatas mencegah “hoax”, tak ada masalah. Namun, ada banyak hal yang perlu dijelaskan sebelum Polisi menempatkan isu “politik-identitas” seolah adalah kejahatan atau tindakan melawan hukum,” cuit Fadli melalui akun twitter pribadinya, dikutip Rabu (29/6/22).

Baca Juga: Anies Baswedan Mohon Pasang Kuping Baik-baik, Rocky Gerung Akan “Hukum” Anda Jika Tidak Melakukan Hal ini, Simak!

Fadli juga menyoroti soal apa yang dimaksud dengan “Politik Identitas” itu sendiri sehingga harus dilakukan penindakan lanjut.

Fadli juga mempertanyakan apa dasar hukum atau tinjauan sehingga “politik identitas” duianggap sebagai kejahatan pemilu.

“Misalnya, apa yg dimaksud sbg ‘politik identitas’, sehingga kemudian harus diperangi? Sejak kapan ‘politik identitas’ menjadi kejahatan di mata hukum, atau dianggap sbg kejahatan Pemilu? Apa dasar hukum dan dasar akademik menempatkan ‘politik-identitas’ sebagai kejahatan?”lanjutnya.

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan