Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

MUI Dukung Penuh Langkah Anies Baswedan: Holywings Punya Niat Buruk

MUI Dukung Penuh Langkah Anies Baswedan: Holywings Punya Niat Buruk Kredit Foto: Suara.com
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings yang ada di ibu kota.

Pencabutan izin ini dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta berdasarkan rekomendasi dan temuan pelanggaran dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf), serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM).

Baca Juga: NasDem Yakin Penutupan Holywings Bukan untuk Pilpres 2024: Terlalu Bodoh bagi Anies Baswedan...

Kepala Dinas PMPTSP DKI Jakarta Benny Agus Chandra mengatakan, ada 12 outlet Holywings Group yang dicabut izin usahanya. "Sesuai arahan gubernur (Anies Baswedan) untuk bertindak tegas, ketentuan, dan menjerakan, serta berdasarkan rekomendasi dan temuan dua OPD Pemprov DKI Jakarta, Dinas PMPTSP mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di Jakarta sesuai ketentuan yang berlaku," kata Benny pada Senin (27/6).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut izin 12 cabang Holywings di wilayah ibu kota negara RI itu.

Anwar menilai penutupan itu dapat menghindari kegaduhan di masyarakat. "Mereka [Pemprov DKI] mencabut 12 gerai yang dimiliki oleh Holywings tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Anwar melalui keterangan tertulis, Selasa (28/6).

Pelanggaran yang dilakukan Holywings itu antara lain tak memiliki izin usaha untuk menjual minuman beralkohol. Selama ini, beberapa outlet hanya memiliki izin pendirian gerai. "Di antara gerai tersebut katanya ada yang belum memiliki sertifikat standard KBLI 56301 jenis usaha bar yang telah terverifikasi," sambung Anwar.

Anwar juga menilai promosi Holywings yang menggunakan nama Muhammad dan Maria itu dilakukan secara sengaja dan tendensius. Sebab, menurutnya, menyakiti hati umat Islam dan merendahkan nama Nabi Muhammad yang telah umum diketahui sebagai suri tauladan umat Muslim.

"Ini jelas-jelas sangat tendensius dan punya niat buruk, yang itu sangat berbahaya karena sudah bisa dipastikan akan bisa memantik kemarahan dan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat dan hal itu tentu jelas-jelas tidak kita inginkan," kata Anwar.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan