Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Diinisiasi Sejak 2019, PLN Klaim Program Co-Firing Berhasil Kurangi Emisi CO2 hingga 481 Ribu Ton

Diinisiasi Sejak 2019, PLN Klaim Program Co-Firing Berhasil Kurangi Emisi CO2 hingga 481 Ribu Ton Kredit Foto: PLN
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PLN (Persero) secara giat terus melakukan pemanfaatan bahan baku energi baru terbarukan (EBT) di sekitar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai pengganti sebagian bahan bakar batu bara atau biasa disebut co-firing.

Direktur Mega Proyek dan EBT PLN, Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, direncanakan program co-firing ini akan menyumbang sekitar 3,9 persen dari 23 bauran EBT pada 2025 dengan menggunakan 10,2 juta ton biomasa untuk implementasi pada 52 lokasi PLTU batu bara. 

"Sejak awal 2021 sampai dengan Juni 2022 PLN telah menghemat penggunaan batu bara yang disubtitusi dengan biomassa hingga 500 ribu ton sehingga PLN telah berkontribusi mengurangi emisi CO2 yang ekuivalen dengan sebesar 481 ribu ton," ujar Wiluyo dalam sambutanya di acara diskusi virtual, Kamis (30/6/2022).

Baca Juga: PLN Terapkan Skema Zero Down Time untuk Pertemuan Sherpa Meeting

Wiluyo menyebut hal tersebut merupakan kontribusi PLN dalam mendukung transisi energi dan satu tahap kecil dalam pencapaian target NZE 2060.

Lanjutnya, Wiluyo mengatakan program co-firing ini merupakan bagian dari ekosistem listrik kerakyatan yang memberikan dampak multiplier effect dalam pertumbuhan ekonomi daerah melalui peran serta masyarakat dalam penyediaan bahan baku biomassa.

"Dalam pengembangan biomassa ini PLN telah membangun rantai pasok, mulai dari tahap perencanaan, pendampingan, pembudidayaan, sampai dengan komersialisasi penyediaan bahan baku biomassa. Hal tersebut tentunya dilakukan kerja sama dengan pemda, Kemen-ESDM, Kemen-BUMN, Kemenkeu, Kemen-PUPR, Kemen-KLHK, dan kementrian terkait lainya," ujarnya.

Selain itu, juga dilakukan bersama dengan perusahaan pelat merah seperti PT Perkebunan Nusantara 3, Shangyang seri, dan juga dengan beberapa pihak swasta.

"Dan didukung penuh oleh KPK dalam hal pengembangan bahan baku biomassa antara lain, sampah, hutan tanaman energi atau HTE, limbah perkebunan, dan limbah pertanian," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa PLN telah menginisiasi program co-firing sejak 2019 dan ditargetkan akan diimplementasikan pada 52 PLTU yang dimiliki PLN.

"Di mana saat ini sebagian besar sudah dilakukan uji coba co-firing sebanyak 47 lokasi PLTU dan sudah implementasi secara komersial pada 32 lokasi PLTU," tutupnya.

Baca Juga: Wah! Omzet Pembiayaan Syariah Pegadaian Tembus Rp 477 Miliar

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: