Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Penyusupan Mendalam dan Drastis Israel Ternyata Sukses Guncang Intelijen Iran

Penyusupan Mendalam dan Drastis Israel Ternyata Sukses Guncang Intelijen Iran Kredit Foto: AP Photo
Warta Ekonomi, Teheran -

Israel menyusup secara mendalam dan secara drastis mengguncang operasi intelijen Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Hal tersebut diungkapkan Mohammad Ali Abtahi, seorang pejabat senior Iran kepada New York Times, dikutip Rabu (29/6/2022). 

Baca Juga: Israel Mungkin Gemetar, Kekuatan Siber Iran Telah Menjadi Saingan Dominan

Abathi sendiri yang adalah mantan wakil presiden Iran yang tinggal di Teheran dan masih menjalin hubungan dekat dengan para pejabat tinggi.

Dia mengatakan kepada surat kabar itu bahwa operasi Israel telah merusak kepercayaan di dalam lembaga keamanan negara itu.

“Pelanggaran keamanan di dalam Iran dan cakupan operasi yang luas oleh Israel telah benar-benar merusak organisasi intelijen kami yang paling kuat,” katanya.

Abtahi menambahkan bahwa kekuatan keamanan selalu menjadi landasan Iran dan telah rusak pada tahun lalu.

Laporan itu juga menguak pengakuan  para pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya.

“Jaringan mata-mata Israel telah menyusup jauh ke dalam jajaran lingkaran keamanan Iran,” kata mereka.

Laporan New York Times itu menyusul kabar pemecatan kepala intelijen Korps Pengawal Revolusi Iran baru-baru ini.

Selain itu, tersiar pula kabar penangkapan rahasia seorang komandan senior yang dituduh menjadi mata-mata Israel.

Sementara itu, para pejabat Israel mengatakan kepada New York Times bahwa ini adalah taktik yang disengaja untuk mengungkap kegagalan IRGC.

Tindakan itu telah menghasilkan konflik antara lembaga politik dan pertahanan di Iran.

Keputusan Iran untuk menggantikan kepala intelijen IRGC Hossein Taeb dipandang sebagai contoh utama dari kampanye jangka panjang oleh Israel. Taeb sendiri telah memegang posisi itu selama lebih dari 12 tahun.

New York Times melaporkan bahwa Taeb "tampaknya tidak tersentuh" sebelum sejumlah pembunuhan tingkat tinggi baru-baru ini yang dituduhkan pada Israel.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan