Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Halo Pak Luhut! PKS Tagih Janji Soal Minyak Goreng Nih: Jangan Heran Kalau Dianggap 'Masuk Angin'

Halo Pak Luhut! PKS Tagih Janji Soal Minyak Goreng Nih: Jangan Heran Kalau Dianggap 'Masuk Angin' Kredit Foto: Instagram/Mulyanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendapat sorotan tajam dari Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Mulyanto.

Mulyanto menyoroti Luhut terkait janji memperbaiki tata kelola minyak goreng (migor) yang sebelumnya pernah diutarakan.

Mulyanto melihat dari berbagai janji yang pernah disebutkan Luhut belum ada satupun yang terealisasi hingga kini.

Saat mendapat penugasan dari Presiden Jokowi terkait penataan migor, Luhut sesumbar akan membereskan industri migor ini dengan cepat.

Luhut dianggap berjanji akan segera mengaudit harga pokok produksi (HPP) migor, sehingga diketahui dengan akurat apakah terjadi mark-up keuntungan atau tidak pada industri ini.

Lanjut Mulyanto, Luhut juga berjanji akan mengaudit hak guna usaha (HGU) lahan sawit industri migor, termasuk mengaudit perpajakannnya.

Baca Juga: Masyarakat Beli Pertalite Harus Pakai Aplikasi, Mulyanto PKS Tegas Sampai Singgung Perpres, Simak!

“Namun nyatanya, sampai hari ini belum terlihat dari janji-janji itu ada yang ditepati. Jadi jangan heran kalau publik menilai Luhut ‘masuk angin’, atau takut dengan mafia migor, atau paling tidak cuma bikin PHP masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Kamis (30/6/22).

Menurut Mulyanto, segala hal yang dijanjikan Luhut terkait penanganan minyak goreng tadi sangatlah penting.

Masyarakat menunggu hasil audit tersebut sekaligus membantu menjawab beberapa hal terkait masalah yang selama ini terjadi.

“Padahal itu semua adalah hal yang sangat penting dan strategis. Masyarakat menunggu dengan harap hasil audit tersebut. Dari sana kita bisa tahu akar masalah sengkarut migor ini. Termasuk menjawab pertanyaan, kenapa produsen enggan memproduksi migor curah, padahal stok CPO dalam negeri berlimpah,” jelasnya.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan