Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Polarisasi Makin Mengkhawatirkan, Pengamat Kasih Masukan Agar Elite Tidak Terjebak

Polarisasi Makin Mengkhawatirkan, Pengamat Kasih Masukan Agar Elite Tidak Terjebak Kredit Foto: Antara/Zarqoni Maksum
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an mengatakan polarisasi atau perpecahan kerap terjadi pada pemilihan presiden (pilpres).

Menurut dia, masyarakat menjadi korban dari polarisasi yang terjadi pada Pilpres 2019.

Pada Pilpres 2024, Ali berharap ada skema yang bisa digunakan para elite politik agar tidak ada perpecahan.

"Indonesia butuh pemimpin yang menyatukan agar tidak ada polarisasi pada Pilpres 2024," ujar dia dilansir dari GenPI.co, Selasa (29/6).

Ali menjelaskan perpaduan tokoh yang disukai rakyat bisa menjadi langkah agar tidak ada polarisasi.

Menurut dia, hal itu terjadi karena ada kesatuan suara antara rakyat dengan elite politik.

Baca Juga: Pakar: Yang Angkat Isu dan Bikin Ramai di Medsos “Jokowi Anti Islam” pada Pilpres 2019 Adalah Pendukungnya Sendiri

"Saya berharap ada paslon yang disukai semuanya. Jadi, itu menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadapi polarisasi," jelasnya.

Salain itu, Ali menuturkan masyarakat cenderung akan memilih tokoh yang bisa menyatukan.

Sebab, pemimpin seperti itu akan mendapat dukungan luat biasa dari bawah.

"Saya melihat ada perbedaan soal pemilih pada Pilpres 2024. Mereka lebih suka tokoh yang dianggap mampu menyatukan dan memberi kedamaian," jelasnya. (*)

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan