Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Nasib Ukraina Disandingkan dengan Masa Depan Taiwan, Menlu Inggris Nyatakan Kalimat...

Nasib Ukraina Disandingkan dengan Masa Depan Taiwan, Menlu Inggris Nyatakan Kalimat... Kredit Foto: Reuters/Russian Foreign Ministry
Warta Ekonomi, London -

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss, Kamis (30/6/2022), mengatakan negara Barat harus mempelajari kegagalan dalam mencegah invasi Rusia ke Ukraina. 

Jangan sampai, menurut Truss, Barat memberikan nasib yang sama pada Taiwan sehingga wajib untuk "melindungi perdamaian dan stabilitas di selat Taiwan."

Baca Juga: Terinspirasi oleh Ukraina, Orang-orang Taiwan Mempersiapkan Invasi China, Sangar!

Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan demokratis, diklaim China sebagai wilayahnya. Ketegangan antara Taiwan dan China meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini, sementara China meningkatkan aksi militernya di dekat Taiwan untuk menekan pemerintahan pulau itu agar menerima kekuasaan China.

Truss mengatakan bahwa Barat, dan terutama negara-negara kawasan Indo-Pasifik, harus memastikan bahwa Taiwan terlindungi.

"Yang saya katakan adalah bahwa kita perlu belajar dari kasus Ukraina, yaitu bahwa kita seharusnya bisa memastikan Ukraina memiliki kemampuan mempertahankan diri lebih dini," kata Truss kepada radio LBC.

"Dan itu seharusnya bisa lebih memungkinkan untuk mencegah (Presiden Rusia Vladimir) Putin melakukan invasi ... dan itu adalah pendekatan serupa yang kita perlukan untuk negara-negara berdaulat lainnya, termasuk Taiwan," katanya.

Dalam pertemuan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) pada Rabu (29/6/2022), Truss mengatakan di pertemuan panel bahwa China sedang memperluas pengaruhnya melalui pemaksaan ekonomi dan membangun kemampuan militer.

Baca Juga: Geger! Paulus Waterpauw Laporkan Pengacara Lukas Enembe, Akhirnya Ada Tokoh Papua yang Melawan: Kriminalisasi Jadi Bukti...

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: