Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Co-firing Diklaim Jadi Tumpuan Utama Transisi Energi bagi Negara Agraris

Co-firing  Diklaim Jadi Tumpuan Utama Transisi Energi bagi Negara Agraris Kredit Foto: PLN

Darmawan mencontohkan misalnya, ada banyak lahan tandus di Indonesia yang apabila ditanami palawija saja tidak mendukung ekonomi masyarakat. Maka, PLN melihat peluang lahan tandus ini bisa ditanam tanaman seperti kaliandra ataupun jenis tanaman energi lainnya yang diolah menjadi biomassa.

"Di Pulau Jawa ada 800 ribu hektare tanah kering. Ini masih bisa dimanfaatkan untuk energi biomassa. Ini bisa menjadi titik ekonomi baru dan membangun kekuatan rakyat dalam meningkatkan produksi energi. Kita menciptakan lapangan kerja dan kita juga jaga lingkungan," ujarnya.

Diketahui, PLN bakal menerapkan teknologi co-firing pada 52 PLTU yang total kapasitasnya 18 gigawatt (GW), di mana kebutuhan pasokan bahan bakar biomassa yang akan mensubtitusi sebagian batubara pada tahun 2025 sebesar 10,2 juta ton per tahun. Melalui program ini PLN bisa menurunkan emisi karbon sampai 11 juta ton CO2. 

Baca Juga: Politisi Bisa Jadi Bos Bank Indonesia di RUU PPSK, Said Didu Blak-blakan: Semua UU yang Dibuat Hanya untuk...

Halaman:

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: