Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sambil Terus Ajak Sekutu, Joe Biden Terus Mengoceh Ukraina Jangan Sampai...

Sambil Terus Ajak Sekutu, Joe Biden Terus Mengoceh Ukraina Jangan Sampai... Kredit Foto: Instagram/Joe Biden
Warta Ekonomi, Washington -

Joe Biden telah menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) dan sekutu NATO akan tetap mendukung Kyiv 'selama yang dibutuhkan', hingga memastikan Ukraina tidak dikalahkan oleh Rusia. 

Hal tersebut disampaikan Biden pada Kamis (30/6/2022), selama konferensi pers terakhir untuk KTT NATO yang digelar selama dua hari di Spanyol.

Baca Juga: Indonesia Dianggap Buka Pintu Lebar, Warga Ukraina Bilang Terima Kasih ke Jokowi

Sebagaimana diwartakan UPI, Biden tiba di Madrid pada Selasa (28/6), sementara para pemimpin NATO lain datang pada Rabu dan Kamis. Pertemuan itu sebagian besar memfokuskan diri untuk membahas agresi Rusia di Eropa Timur, beserta desain koalisi untuk dekade berikutnya.

Menyebut pertemuan sebagai 'KTT bersejarah', Biden menegaskan komitmen aliansi yang akan selalu mempertahankan 'setiap inci wilayah NATO'. 

"Saya pikir kita semua bisa sepakat bahwa ini adalah KTT NATO yang bersejarah. Kami telah menegaskan kembali bahwa komitmen Pasal 5 kami adalah suci, dan serangan terhadap satu adalah serangan terhadap semua, dan kami akan mempertahankan setiap inci wilayah NATO," kata Biden.

Pada awal KTT, Biden menjanjikan kehadiran militer AS yang lebih besar di Eropa serta kegiatan yang lebih defensif untuk mendukung posisi NATO di negara-negara seperti Polandia dan Rumania. 

Pada Rabu, Presiden AS itu mengungkap soal rencana untuk masa depan aliansi, termasuk jalur NATO baru di Polandia.

Biden juga mengumumkan bantuan militer baru untuk Kyiv dengan nilai mencapai USD800 juta (Rp11,9 triliun). Kendati begitu, menurut The Guardian, masih ada pertanyaan tentang detail yang ada di balik rencana untuk menciptakan pasukan berkekuatan 300 ribu, yang diluncurkan untuk mencegah serangan Rusia.

Kemudian saat berbicara kepada wartawan pada Kamis, Biden ditekan dua kali. Ia ditanya apakah akan ada batasan untuk bantuan militer AS dan dukungan keuangan untuk Ukraina di mana perang sudah berkecamuk selama lima bulan.

Menjawab itu, Biden tegas mengatakan bahwa AS dan semua sekutu akan tetap 'mendukung Kyiv selama yang diperlukan', dan Ukraina dijamin tidak akan kalah melawan Rusia.

"Kami akan tetap dengan Ukraina, dan semua sekutu akan tetap dengan Ukraina, selama diperlukan, dan bahkan memastikan mereka tidak dikalahkan," ujar Biden selama konferensi pers pada siang waktu setempat.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan