Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ternyata Bukan Cuma Misi Perdamaian yang Dibawa Jokowi, Pakar Buka-bukaan Motif...

Ternyata Bukan Cuma Misi Perdamaian yang Dibawa Jokowi, Pakar Buka-bukaan Motif... Kredit Foto: Antara/Setpres/Agus Suparto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pakar mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) terbang ke Ukraina dan Rusia tidak sekadar membawa misi perdamaian. Faktor yang paling dekat adalah Presidensi dan KTT G20 pada akhir tahun 2022 punya peran di dalamnya.

"Posisi dan peran misi damai Indonesia tidak bisa dilepaskan dari mandat Presidensi G20," kata Dr. Shiskha Prabawaningtyas, Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD).

Baca Juga: Beban Juru Damai yang Diemban Jokowi Sepadan dengan Hasil yang Didapatkan?

Selain itu, kata Shiskha, faktor pendorong lain yang mempertemukan Jokowi antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin adalah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. 

Yang sangat menjadi perhatian adalah harapan masyarakat Indonesia bahwa Presiden Jokowi dapat mendamaikan Ukraina dan Rusia. Namun hal itu bukan yang utama, menurut pakar di Sekolah Diplomasi Universitas Paramadina.

"Agenda KTT G20 tahun 2022 diharapkan berjalan lancar. Jangka menengah, Indonesia akan concern ke masalah tata kelola keuangan dan fiskal moneter dunia paska pandemi dan imbas perang Rusia-Ukraina terkait juga krisis pangan dunia," paparnya.

Pemerintah Jokowi juga perlu memikirkan jangka panjang. Terlebih, kaitan erat dengan Indonesia sangat penting diperhatikan.

"Jangka panjang diharapkan Perang Rusia-Ukraina tidak berlarut-larut dan mengganggu keseimbangan baru dunia," imbuhnya.

Di samping itu, langkah Jokowi sebagai "juru damai" Ukraina-Rusia patut mendapat apresiasi. Untuk menemui pemimpin dunia sekelas Zelenskyy dan Putin, apalagi di masa perang, tidak mudah.

"Langkah Presiden Jokowi kemudian menemui langsung Zelensky di Ukraina dan Putin di Rusia, merupakan langkah berani dan harus diapresiasi sebagai langkah all out dalam upaya mensukseskan agenda KTT G20 di Indonesia," pungkas Shiskha.

Penulis: Muhammad Syahrianto
Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan