Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Iduladha Dirayakan Besar-besaran Dibanding Idulfitri, tapi Masjid-masjid Ditutup China...

Iduladha Dirayakan Besar-besaran Dibanding Idulfitri, tapi Masjid-masjid Ditutup China... Kredit Foto: Flickr/TravelingMipo
Warta Ekonomi, Beijing -

Asosiasi Muslim China, Senin (6/7/2022), mengatakan bahwa Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah diperkirakan pada Sabtu (9/7/2022) dan juga Minggu (10/7/2022). 

Menurut Antara Beijing, jatuhnya Iduladha di hari yang berbeda dikarenakan perbedaan waktu di setiap provinsi atau kota/daerah setingkat provinsi.

Baca Juga: Penetapan Iduladha 1443 H Indonesia Berbeda dengan Arab Saudi, Kemenag Bongkar Alasannya: Hilal Justru Terlihat...

"Guerbang Jie (Festival Qurban) di Beijing tanggal 10 Juli," kata seorang imam masjid di Beijing kepada Antara.

Namun beberapa umat Islam di Daerah Otonomi Qinghai akan merayakan Iduladha pada Sabtu (9/7/2022).

"Sayangnya untuk Iduladha tahun ini kami belum bisa menyelenggarakan salat Id karena masjid-masjid di Beijing masih tutup akibat pandemi," kata seorang pengurus asosiasi Muslim di Beijing. Sementara itu, Asosiasi Muslim China (CMA) Taiwan menetapkan Iduladha pada Sabtu (9/7/2022), sedangkan Jepang pada Minggu (10/7/2022).

Di China, khususnya di daerah-daerah kantung muslim, seperti Xinjiang, Qinghai, dan Ningxia, Iduladha biasa dirayakan secara besar-besaran. Mereka merayakannya dengan memotong hewan kurban dan membagikannya kepada komunitasnya.

Perayaan kurban di China lebih semarak dibandingkan dengan Idulfitri. Tradisi Guerbang Jie atau Hari Raya Iduladha sangat dikenal oleh masyarakat China secara umum.

Namun karena beberapa daerah masih menerapkan protokol kesehatan antipandemi COVID-19 secara ketat, maka shalat Iduladha di masjid-masjid China ditiadakan seperti halnya Idulfitri dua bulan yang lalu.

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: