Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Anies Berpotensi Raup Suara Modal Nyapres 2024 Jika Sukses Lakukan Ini, Pengamat: Bisa Dapat Dukungan yang Jumlahnya Jutaan

Anies Berpotensi Raup Suara Modal Nyapres 2024 Jika Sukses Lakukan Ini, Pengamat: Bisa Dapat Dukungan yang Jumlahnya Jutaan Kredit Foto: Pemprov DKI Jakarta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memperjuangkan nasib tenaga honorer bisa berpotensi meraup dukungan untuk modal maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 jika berhasil bernegosiasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini merespons rencana Anies yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperjuangkan nasib para tenaga honorer.

"Itu hal yang baik, bisa saja digunakan untuk mendapatkan dukungan dari honorer yang jumlahnya jutaan," ucap Ujang saat dihubungi JPNN.com, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga: Duet Ganjar-Ridwan Kamil Paling Dinanti Masyarakat di Pilpres 2024, Survei CiGMark: Prabowo dan Anies...

Dosen di Universitas Al-Azhar Indonesia itu mengatakan tenaga honorer menjadi lumbung suara yang besar dan banyak saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti. Menurut dia, bila ada gubernur dan sosok yang memperjuangkan nasib para honorer, maka diyakini bisa mendapatkan simpati.

"Saya rasa hal yang biasa dalam politik, ya, ingin mendapatkan simpati dan dukungan dari semua lapisan masyarakat, terutama para tenaga honorer ketika aspirasinya diperjuangkan," ungkap Ujang.

Dia mencontohkan Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat melakukan hal yang sama dengan mengangkat tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Menurut Ujang, kebijakan itu justru mendapat simpati dari honorer.

"Itu mendapatkan simpati dari para guru honorer yang diangkat jadi PNS ketika itu," tuturnya.

Baca Juga: Rencana Anies Baswedan Menemui Jokowi Terkait Masalah Tenaga Honorer Dinilai Politis, tetapi...

Diketahui, KemenPAN-RB berencana menghapus tenaga honorer mulai 2023. Sebagai gantinya, tenaga honorer ini akan digantikan oleh outsourcing sesuai kebutuhan.

Penghapusan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk membangun sumber manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) yang lebih profesional dan sejahtera.

Ketua APPSI Anies Baswedan berencana membawa sejumlah gubernur menemui Presiden Jokowi dan menPAN-RB. Rombongan yang dipimpin Anies Baswedan itu akan membahas kebijakan tersebut dan bisa mempertahankan tenaga honorer.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan