Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Rencana Anies Baswedan Menemui Jokowi Terkait Masalah Tenaga Honorer Dinilai Politis, tetapi...

Rencana Anies Baswedan Menemui Jokowi Terkait Masalah Tenaga Honorer Dinilai Politis, tetapi... Kredit Foto: Instagram/Anies Baswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Masalah tenaga kerja honorer mencuri perhatian setelah kebijakan pengurangan atau penghapusan mereka akan dilakukan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diketahui akan meemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas ini. 

Mengenai hal terebut, Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan rencana Anies Baswedan yang akan menemui Presiden Jokowi untuk membicarakan nasib tenaga honorer memang sangat politis.

Anies sendiri merupakan Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Menurut dia, rencana tersebut wajar disebut sebagai langkah politis karena Anies memang seorang politikus.

Namun, apa yang akan dilakukan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu dianggap baik.

“Langkah politis itu tidak semuanya buruk. Jangan dimaknai buruk. Kalau memang itu bagian dari aspirasi dari tenaga honorer dari seluruh Indonesia, ya memang harus disampaikan,” ucap Ujang dilansir dari JPNN.com, Rabu (6/7).

Dosen Universitas Al Azhar Indonesia ini menganggap rencana Anies bersama gubernur lain untuk menemui Jokowi dan pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) bisa saja karena banyaknya keluhan dari honorer.

Baca Juga: Anies Baswedan Tutup Holywings dan Resmikan Gapura Chinatown Glodok, Rocky Gerung: Kemampuan Seorang Pemimpin untuk Membaca Masa Depan

“Apa yang dilakukan Anies menjadi langkah politis bisa jadi memang aspirasi tenaga honorer yang ada, yang hari ini nasibnya tidak jelas,” katanya.Ujang berharap pertemuan APPSI dengan Jokowi bisa membuahkan hasil yang baik bagi nasib tenaga honorer.

“Bagaimanapun, nasib honorer di seluruh Indonesia harus bisa diselesaikan. Harus dicari jalan keluarnya dalam hal ini presiden karena dia punya kekuasaan, kewenangan untuk tenaga honorer itu,” tambahnya.

Diketahui, KemenPAN-RB berencana menghapus tenaga honorer mulai tahun depan. Sebagai gantinya, tenaga honorer ini akan digantikan oleh outsourcing sesuai kebutuhan.

Penghapusan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk membangun sumber manusia (SDM) ASN yang lebih profesional dan sejahtera.

Lantaran hal ini, Ketua APPSI Anies Baswedan berencana membawa sejumlah gubernur menemui Presiden Jokowi dan MenPAN-RB. Rombongan yang dipimpin Anies Baswedan itu akan membahas kebijakan tersebut dan bisa mempertahankan tenaga honorer.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan