Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Presiden Jokowi Disebut Negosiator Kelas Dunia, Pengamat: Punya Pengaruh Besar Damaikan Rusia-Ukraina

Presiden Jokowi Disebut Negosiator Kelas Dunia, Pengamat: Punya Pengaruh Besar Damaikan Rusia-Ukraina Kredit Foto: Antara/BPMI-Laily Rachev
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat Pertahanan dan Militer Robi Sugara mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berperan sebagai negosiator kelas dunia yang memiliki pengaruh secara signifikan untuk mendamaikan kedua negara yang sedang berkonflik yaitu Rusia dan Ukraina.

Menurut Robi, posisi Presiden Jokowi sebagai Presidensi G20 memiliki kekuatan besar dalam melakukan diplomasi baik untuk misi perdamaian, ekonomi, energi, kesehatan maupun pangan.

“Indonesia itu kan menganut kebijakan politik luar negerinya masih non-blok. Saat ini Jokowi punya kepentingan yang terdekat adalah pergelaran G20 yang akan dilaksanakan di Indonesia di mana kita menjadi presidennya untuk yang G20 tentu segala upaya yang dilakukan oleh Jokowi saat ini dalam hubungan diplomatiknya lewat para diplomat itu untuk kemudian yang sukseskan acara G20 nya,” ujar Robi, Kamis (7/7/2022).

Dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyebut, saat kunjungannya ke Rusia Presiden Jokowi juga turut mengundang Presiden Vladimir Putin untuk hadir pada acara G20, begitu juga saat kunjungannya ke Ukraina, Jokowi mengajak Presiden Volodymyr Zelensky. 

Keduanya, lanjut Robi, diharapkan hadir pada acara pertemuan puncak G20 di Bali. Robi berharap ada titik temu jika kedua pemimpin itu bisa hadir dan melakukan dialog untuk mengakhiri perang.

“Saya sih pengennya ditingkatkan setelah G20 target sekarang kan bahwa setelah nanti acara G20 sukses diadakan di Indonesia, nah setelah itu saya kira intensitasnya dalam berhubungan dengan Rusia dan Ukraina itu juga saya kira ditingkatkan kalau perlu menggalang banyak sekali dukungan,” ucapnya.

Menurut Robi, pemerintah bisa memanfaatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk merumuskan langkah-langkah dan strategi menciptakan perdamaian kedua negara tersebut.

“Saya kira bisa lewat BRIN sebagai corenya. Ke depan harus ditingkatkan komunikasinya hubungan diplomasinya antara Rusia dan Ukraina secara khusus. Saya kira fokus membincang soal perdamaian.” Ulasnya.

Perdamaian juga kata Robi perlu melibatkan peran masyarakat sipil dan komunitas lintas agama yang turut menjadi korban dari perang yang terjadi.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan