Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tumbuh 40,2%, Amar Bank Salurkan Pinjaman Rp2,40 Triliun di Tahun 2021

Tumbuh 40,2%, Amar Bank Salurkan Pinjaman Rp2,40 Triliun di Tahun 2021 Kredit Foto: Amar Bank
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pandemi Covid-19 menjadi katalis bagi ekonomi digital yang berkembang pesat, seiring dengan semakin ketatnya persaingan di industri perbankan, termasuk perbankan digital. Meskipun persaingan ketat, PT Bank Amar Indonesia Tbk yakin memiliki banyak keunggulan dibandingkan para pesaingnya. Hal ini terlihat dari kinerja Amar Bank yang tetap positif di sepanjang tahun 2021

Pada tahun 2021, pinjaman yang disalurkan perusahaan sebesar Rp2,40 triliun, tumbuh sebesar 40,2% YoY didorong oleh perekonomian domestik yang berangsur membaik dibandingkan tahun 2020.

Pada kuartal pertama tahun 2022, pinjaman tetap tumbuh 33,3% YoY meskipun ada beberapa faktor penghambat seperti efek domino Covid-19, ketegangan geopolitik, dan menunggu investor baru. Baca Juga: Keren! Kredit Perbankan Tumbuh 10,66% di Tengah Tekanan Inflasi dan Ekonomi Global

Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan, tantangan pada saat pandemi yang masih berlangsung, serta persaingan yang semakin ketat membuat perseroan melakukan beberapa penyesuaian.

"Namun, kinerja keuangan kami tetap tumbuh dan juga sejalan dengan dua faktor, yaitu pemulihan kegiatan usaha dan perbaikan ekonomi domestik. Oleh karena itu, kami yakin akan pertumbuhan berkelanjutan Amar Bank di tahun 2022 dan tahun-tahun mendatang," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Adapun pada tahun 2021, Amar Bank berhasil melanjutkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih mencapai Rp 482 miliar, tumbuh 4,2% setiap tahunnya. Kemudian disusul pada kuartal pertama tahun 2022, Pendapatan Bunga Bersih berhasil meningkat sebesar 128,3% YoY.

Pendapatan usaha juga tumbuh sebesar 7,6% YoY. Pada kuartal pertama tahun 2022, pendapatan operasional melonjak menjadi 94,6% YoY karena banyaknya pinjaman produktif.

Rasio CAR pada tahun 2021 sebesar 29,9%; sedikit lebih tinggi dari rasio CAR industri sebesar 29,1%. Namun, pada kuartal pertama tahun 2022, rasio CAR Amar Bank melonjak menjadi 50,8%, jauh di atas rata-rata rasio CAR industri pada umumnya yang sebesar 29,9%.

“Meskipun persaingan semakin ketat, kinerja keuangan Amar Bank melebihi rata-rata industri perbankan. Pada tahun 2021, Net Interest Margin Amar Bank berada pada 11,8%, jauh di atas rata-rata industri sebesar 3,7%. Pada kuartal I 2022, angka ini meningkat menjadi 14,4%, masih jauh melampaui rata-rata industri sebesar 4,1%," papar Executive Vice President Finance Amar Bank David Wirawan.

Pada kuartal I 2022, lanjut Dia, perseroan menahan kegiatan pendanaan baru untuk fokus memaksimalkan dana hasil Penawaran Umum Terbatas I untuk disalurkan ke pinjaman produktif. Amar Bank juga tetap mengutamakan penyaluran kredit dengan prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari tingkat NPL yang terjaga di bawah 5% atau pada level yang sehat yakni 2,2% di kuartal I 2022.

Baca Juga: Ade Armando Sebut Aremania Bergaya Preman Hingga Jadi Penyebab Utama Tragedi, Warganet Geram: Gak Usah Dikasih Panggung!

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman

Advertisement

Bagikan Artikel: