Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BLU Batu Bara Dinilai Dapat Atasi Penyelewengan Harga Subsidi

BLU Batu Bara Dinilai Dapat Atasi Penyelewengan Harga Subsidi Kredit Foto: Antara/Syifa Yulinnas
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana pemerintah membentuk Badan Layanan Umum (BLU) subsidi batu bara untuk industri dinilai dapat mengoptimalkan rantai pasok batu bara untuk menjaga ketahanan energi. 

Sebagaimana diketahui, sejauh ini ada tiga industri yang menikmati harga khusus Domestic Market Obligation (DMO) batu bara, di antaranya adalah PT PLN (Persero) yang harga batu baranya dipatok US$70 per ton serta industri pupuk dan semen yang dipatok US$90 per ton. 

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Anggawira mengatakan, dengan adanya BLU, harga batu bara khusus dalam negeri DMO bakal dilepas ke mekanisme pasar.

Baca Juga: Kendaraan Listrik Mampu Efisiensikan Energi hingga 82%

Maka dari itu, menurutnya, BLU akan berdampak pada perusahaan yang membeli batu bara dengan mekanisme pasar, khususnya di industri non-kelistrikan.

"Saat ini industri batu bara bukan untuk menunjang industri kelistrikan saja. Kalau industri non-kelistrikan tidak masuk skema BLU tidak hanya akan mengganggu industri yang modalnya terbatas, namun juga bagi industri bermodal besar. Untuk itu, industri non-kelistrikan seperti semen harusnya juga ikut diikutsertakan dalam skema BLU," ujar Anggawira dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (28/7/2022).

Anggawira mengatakan, kehadiran BLU batu bara justru punya peran penting untuk memperbaiki tata kelola rantai pasok batu bara nasional khususnya untuk mengatasi penyelewengan yang sering terjadi. 

“Kehadiran BLU ini kan tidak hanya untuk menjawab kebutuhan pasokan dalam negeri, tapi juga membenahi tata kelola. BLU dapat menjalankan fungsi distribusi sehingga akan ada penilaian yang jelas dalam menentukan sektor industri yang mana yang perlu diberikan batu bara harga khusus sehingga penyelewengan dapat dihindari,” ujarnya.

Selain itu, desakan dari pengusaha batu bara untuk dilibatkan dalam penyusunan rencana pembentukan BLU subsidi batu bara untuk pemenuhan kebutuhan industri juga semakin menguat.

"Secara detail memang kami belum dapat informasi, harapan kami bisa secara formal asosiasi dapat diundang dan dilibatkan dalam diskusi ini," ungkapnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel: