Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengakuan Bharada E ke Komnas HAM Terkuak: Dia Datang Lebih Dekat dan Menembak Dua Kali Lagi

Pengakuan Bharada E ke Komnas HAM Terkuak: Dia Datang Lebih Dekat dan Menembak Dua Kali Lagi Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Komnas HAM membeberkan fakta baru kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo berdasarkan keterangan dari hasil pemeriksaan Bharada E, selaku pihak yang terlibat dalam baku tembak tersebut.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Ahmad Taufan Damanik menyebut Bharada E mangakui menembak rekan kerjanya itu. Peristiwa itu bermula saat Bharada E yang baru tiba di rumah dinas Ferdy Sambo untuk menjalani isolasi mandiri.

Baca Juga: Komnas HAM Dapat Sorotan Terkait Insiden Berdarah Rumah Ferdy Sambo, Refly Harun Singgung Kematian Pengawal Habib Rizieq, Simak!

"Kemudian dia (Bharada E) naik ke lantai dua menuju ke ruangan tidur ajudan," kata Taufan dikutip video yang diunggah metrotvnews di YouTube pada Kamis (28/7/2022).

Bharada E merasa mendengar suara teriakan istri Ferdy Sambo, Putri. Tak lama dia turun dan melihat Brigadir J.

"Dia bertanya dengan suara yang lebih kuat karena kaget, 'ada apa ini?’," imbuh Taufan.

Sontak, lanjut Taufan, Brigadir J mengarahkan senjata kepada Bharada E dan menembak. "Menurut dia, kena tembakannya," kata Taufan.

Baca Juga: Publik Fokus pada Kematian Brigadir J, Pengacara Istri Ferdy Sambo Ngeluh: Syukur Alhamdulillah Ada Bharada E

Setelah itu masih adu tembak lagi sampai Brigadir J tersungkur. "Kemudian dia (Bharada E) datang lebih dekat kira-kira jarak dua meter, lalu menembak dua kali lagi untuk memastikan orang yang menyerang betul-betul bisa dilumpuhkan," ujar Taufan.

"Itu kesaksian dia sebagai terduga tindakan tembak menembak," imbuh Ketua Komnas HAM RI. 

Bharada E kini diketahui berada di Mako Brimob dengan status yang belum jelas.

Baca Juga: Jamin Keamanan Data Nasabah, Berikut Deretan Fitur Keamanan AXA Mandiri

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: