Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Warning Xi Jinping Makin Keras: Konsekuensi Buruk Jika Amerika Obok-Obok China...

Warning Xi Jinping Makin Keras: Konsekuensi Buruk Jika Amerika Obok-Obok China... Kredit Foto: Reuters/Selim Chtayti
Warta Ekonomi, Beijing -

Pameran kekuatan militer oleh China bertujuan sebagai peringatan kepada Amerika Serikat tentang kunjungan Ketua DPR Nancy Pelosi ke Asia awal bulan ini. 

Menteri Pertahanan Nasional China Jenderal Wei Fenghe mengatakan, pihaknya akan segera merealisasikan program modernisasi militer agar Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menjadi militer berkelas dunia.

Baca Juga: Mengerikan, China Tebar Ancaman ke Negara Ini Saat Ulang Tahun Tentara

“Sejak dibentuk oleh Partai Komunis China, PLA telah mendedikasikan dirinya untuk kemerdekaan bangsa dan kemakmuran negara,” kata Wei, yang juga menjabat anggota Dewan Negara.

Selama lebih dari 95 tahun, kata dia, PLA telah memberikan dukungan yang kuat atas kedaulatan dan melindungi kepentingan China, serta berkontribusi pada stabilitas keamanan dan perdamaian dunia.

“Ke depan, PLA akan memperkuat diri melalui reformasi dan modernisasi, demi mewujudkan militer berkelas dunia, sehingga bisa memenuhi tuntutan negara ini di dunia global,” ujarnya.

Pernyataan Wei itu sesuai dengan arahan Presiden Xi Jinping, yang juga mengetuai Komisi Militer, bahwa modernisasi persenjataan PLA akan berlangsung hingga 2035.

Sebagai informasi, Pelosi telah memulai kunjungan ke Asia. Dia tiba di Singapura kemarin.

Dilansir CNN, perjalanan ini tidak menyinggung Taiwan di tengah spekulasi kuat bahwa dia mungkin mengunjungi pulau tersebut.

“Nancy Pelosi memimpin delegasi Kongres ke kawasan Indo-Pasifik,termasuk kunju­ngan ke Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang,” kata kantor Pelosi dalam sebuah pernyataan.

“Perjalanan itu akan fokus pada keamanan bersama, kemitraan ekonomi, dan pemerintahan demokratis di kawasan Indo-Pasifik,” sambung kantor Pelosi.

Namun China memandang kunjungan pejabat AS ke Taiwan sebagai sinyal yang menggembirakan bagi kelompok pro kemerdekaan di pulau itu. 

Washington tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taipei, tetapi terikat oleh hukum untuk menyediakan pulau itu sebagai sarana untuk mempertahankan diri.

Kunjungan Pelosi makin memperkuat dukungan AS yang dramatis untuk Taiwan. Newt Gingrich adalah Ketua DPR AS (Partai Republik) terakhir yang mengunjungi Taiwan pada 1997.

Juru Bicara Angkatan Udara China, Shen Jinke mengatakan kepada jurnalis, Minggu (31/7), negaranya akan menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial. Angkatan Udara China menegaskan memiliki banyak jenis jet tempur yang mampu mengitari Taiwan.

“Angkatan Udara China memiliki kemauan yang kuat, kepercayaan penuh dan kemampuan yang cukup untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Xi Jinping memperingatkan Presiden AS Joe Biden pada pekan lalu, bahwa AS harus mematuhi prinsip satu-China.

“Mereka yang bermain api akan binasa karenanya,” warning Xi.

Militer China mengadakan latihan menembak langsung di perairan provinsi Fujian, lebih dari 100 kilometer dari Taiwan Sabtu (30/7/2022).

Baca Juga: PDIP Jelaskan Ekspresi Kesal Puan Maharani di Pasar, Pengamat: Dia Biasa Dikelilingi 'Wong Cilik' Berkantong Tebal!

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: