Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Realisasi Investasi Indonesia Terus Melesat Meski Kondisi Ekonomi Global Gonjang-ganjing, Ini Sebabnya!

Realisasi Investasi Indonesia Terus Melesat Meski Kondisi Ekonomi Global Gonjang-ganjing, Ini Sebabnya! Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah mencanangkan target realisasi investasi senilai Rp1.250 triliun hingga Rp1.400 triliiun paada tahun 2023 meningkat dari tahun 2022 senilai Rp1.200 triliun. 

Christovita Wiloto, Chairman Indonesia Investment Forum mengungkapkan beberapa indikator yang membuat Indonesia memiliki peluang investasi yang semakin besar dari tahun ke tahun. 

Ia mengungkapkan bila Indonesia yang terdiri dari 17.504 pulau, dan memiliki populasi lebih dari 270 juta orang menjadikan negara terpadat keempat di dunia. 

“Indonesia adalah ekonomi terbesar ke-10 di dunia dalam hal paritas daya beli. Indonesia memiliki presentasi populasi 'anak muda' terbesar di dunia,” ujar Christov, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (8/8/2022). 

Baca Juga: Menteri Bahlil: Soal Persepsi Meragukan Ada Investasi Masuk ke IKN, Gak Benar Itu!

Lebih lanjut, Christov menuturkan bila ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang tumbuh terpesat di dunia. “Malah, Indonesia diprediksi menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada tahun 2045,” tambahnya. 

Adapun, Ibu Kota Indonesia, Jakarta sendiri saat ini terbukti memiliki lebih dari 200 pusat perbelanjaan besar. Menjadikan kota ini sebagai kota dengan pusat perbelanjaan terbanyak di dunia. 

“Bahkan pusat perbelanjaan di Singapura dan Hongkong tidak sebesar-besar di Jakarta,” ucapnya. 

Untuk itu, Christov mengatakan, tahun ini pihaknya akan mengadakan New York Indonesia Investment Forum By Sector Series. “Pada Juli dan Agustus 2022 kami mengadakan 3 webinar gratis. Pada September, Oktober, dan November 2022 kami akan mengadakan  konferensi di New York,” jelasnya. 

Baca Juga: Di Tengah Tantangan Resesi Global, Perjuangan Jokowi Genjot Investasi Patut Diapresiasi

Ia menyebutkan bahaw New York, Indonesia Investment Forum akan fokus membahas kebutuhan investasi persektor industri di Indonesia. Mulai dari infrastruktur, pertanian, properti, logistik, migas hingga startup.

Christov menjelaskan, New York, Indonesia Investment Forum By Sector Series 2022 didukung oleh beberapa perusahaan di Indonesia PT Waskita Karya Tbk, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Hutama Karya Tbk, PT Semen Indonesia Tbk,  PT PP (Persero) Tbk, PT Pelindo, Great Hill Capital, LLC, Falcon House Partners, IYE! Indonesian Young Entrepreneurs, Hamershlag Sulzberger Borg Capital Markets, Inc dan masih banyak lagi. 

"Dengan adanya Forum ini, kita semua bisa memperlihatkan kepada Global What is Indonesia all about, apa itu Indonesia," ujar Hendra Purnama, Direktur Investasi Dayamitra Telekomunikasi. 

Sementara, Destiawan Soewardjono, Presiden Direktur Waskita Karya menjelaskan "Kami sebagai salah satu perusahaan infrastruktur terbesar di Indonesia, memiliki daftar panjang dan kebutuhan proyek infrastuktur yang sangat banyak, untuk itu kami siap berkolaborasi kepada para investor untuk datang ke Indonesia membangun 17ribu pulau di Indonesia". 

Di webinar sebelumnya Mychal Jefferson, Chairman Hamershlag Private menjelaskan, Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke 4 di dunia berdasarkan geografi, populasi, pilar terpenting yang dimiliki Indonesia adalah lokasi, sumberdaya alam dan sumber daya manusia, terutama generasi muda. “Dan kami sebagai investor sangat tertarik untuk ikut berinvestasi di Indonesia,” ujar Mychal. 

Baca Juga: Sepanjang Tahun 2022, Zurich Syariah Targetkan Premi Tumbuh 50%

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: