Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jaga Tren Pertumbuhan, Belanja Pemerintah Diminta Dipercepat

Jaga Tren Pertumbuhan, Belanja Pemerintah Diminta Dipercepat Kredit Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota Komisi XI DPR Puteri Komarudin menilai momentum pemulihan ekonomi terus berlanjut dan semakin menguat di tengah kondisi ketidakpastian dan krisis global.

Hal itu dibuktikan dengan kinerja ekonomi Indonesia mampu tumbuh dengan impresif sebesar 5,44% (year of year/yoy) pada kuartal II tahun 2022.

“Jika dilihat trennya, pada triwulan ini ekonomi kita sudah lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Artinya, tanda pemulihan itu semakin nyata dan terus berlanjut. Selain itu, ekonomi kita juga tetap menunjukkan resiliensi di tengah gejolak dinamika global, baik yang dipicu akibat ketegangan geopolitik, tren kenaikan inflasi, hingga ancaman kelangkaan pangan dan energi,” urai Puteri di Jakarta, kemarin.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif, kecuali konsumsi pemerintah yang masih mengalami kontraksi pada kuartal II-2022 sebesar negatif 5,24% (yoy).

Sedangkan, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,51% (yoy), investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 3,07% (yoy), ekspor tumbuh tinggi mencapai 19,74% (yoy), dan impor mencapai 12,34% (yoy).

“Saya kira hal ini patut menjadi catatan pemerintah untuk mempercepat serapan belanja pemerintah, khususnya belanja pegawai dan belanja pengadaan barang/jasa pemerintah. Karena dengan belanja pegawai kita bisa memperkuat konsumsi rumah tangga. Begitupun, belanja pengadaan yang akan bermanfaat untuk menggerakkan UMKM lokal,” ujar Puteri.

Lebih lanjut, Puteri menyampaikan sejumlah strategi untuk menjaga momentum pemulihan perbaikan ekonomi ini terus berlangsung hingga penghujung tahun.

“Pandemi tetap harus dikendalikan dengan percepatan vaksinasi dan booster Covid-19 hingga pelonggaran mobilitas yang terukur. Kemudian, daya beli masyarakat pada kelompok 40% terbawah juga harus dijaga melalui program PEN, khususnya lewat jaring pengaman sosial seperti Bantuan PKH, BLT Minyak Goreng, BLT Dana Desa, dan Kartu Prakerja,” tegas Puteri.

Selain itu, di tengah ancaman kenaikan harga energi dan pangan, politisi Partai Golkar itu juga mendorong pemerintah untuk terus menahan dampaknya terhadap masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah, melalui belanja subsidi secara terukur dan tepat sasaran.

“Tak hanya itu, dukungan pembiayaan UMKM melalui skema KUR juga perlu terus dijaga. Termasuk terus mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional, khususnya proyek infrastruktur yang dapat memberikan efek pengganda bagi pembangunan wilayah dan nasional serta masyarakat sekitar,”pungkasnya.

Baca Juga: Dua Hal ini Tunjukkan Kualitas Asli Ketum PSSI Terkait Tragedi Kanjuruhan, Salah Satunya Tertawa Ketika...

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Advertisement

Bagikan Artikel: