Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kritik Keras Kebijakan Gonta-Ganti, Anies Kena Semprot DPRD

Kritik Keras Kebijakan Gonta-Ganti,  Anies Kena Semprot DPRD Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, agar tidak sembarang mengganti nama 31 RSUD menjadi rumah sehat.

Sebab selama ini masih banyak persoalan yang lebih penting di Ibu Kota, belum bisa tertangani. Demikian disampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, Minggu (7/8).

“Kemarin nama jalan diubah. Sekarang rumah sakit diganti menjadi rumah sehat. Saya jadi bertanya-tanya apa sudah tidak ada lagi yang bisa dikerjakan Anies. Padahal masalah Jakarta masih banyak yang lebih penting dibanding hanya mengubah nama rumah sakit,” katanya. 

Hardiyanto mengatakan, pengertian rumah sakit sendiri secara harafiah diserap dari bahasa Belanda yang artinya rumah “bagi orang sakit.” Jadi, rumah sakit mengadopsi istilah zaman Hindia-Belanda, yakni ziekenhuis.

Sedangkan ziek/ zieken artinya sakit dan huis artinya rumah. "Jadi, bukan masalah rumah sehat atau sakit. Intinya secara esensi itu rumah untuk merawat orang sakit,” ujarnya.

Baca Juga: Saat Anies Mengeluh soal Pemberitaan di Media Massa

Dia mengingatkan Anies jangan sampai keputusan mengganti rumah sakit menjadi rumah sehat akan kembali membingungkan masyarakat yang sudah lama memiliki citra rumah sakit adalah rumah untuk merawat yang sakit. Menurutnya, jika diganti jadi rumah sehat sangat aneh.

Baca Juga: Anies Baswedan Sebut Formula E Bukan Program Gubernur, Guntur Romli: Sinyal Buat Anak Buah Siap-siap Jadi Korban?

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: