Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Waspada, Penipuan Kripto dari Medsos Sedang Marak!

Waspada, Penipuan Kripto dari Medsos Sedang Marak! Kredit Foto: Unsplash/Stanislaw Zarychta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Teknologi semakin berkembang dan penipu menjadi semakin ulung. Hal ini adalah risiko yang tidak dapat dihindari namun dapat diwaspadai sehingga masyarakat tidak terjerat dalam penipuan yang sangat merugikan. Dalam industri kripto, penipuan juga semakin marak terjadi, yang sebagian besar penipuannya beroperasi melalui media sosial.

Berdasarkan laporan dari Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat atau US Federal Trade Commision (FTC) pada Juni, bahwa jumlah penipuan tahun ini meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan tahun 2020, yaitu diperkirakan ada sebanyak US$1 miliar kripto telah hilang dalam penipuan yang dilakukan oleh para scammers sepanjang tahun.

Dilansir dari Cointelegraph pada Selasa (9/8/2022), Kepala Produk dari Aurora Labs, Matt Henderson menceritakan pengalamannya yang hampir saja terperangkap dalam penipuan melalui penipuan transaksi over-the-counter (OTC).

Baca Juga: Nilai Bitcoin Naik 2%, Industri Kripto Pun Bangkit Bersama

Henderson telah menjumpai seorang penipu yang dikenal sebagai Olai dengan modus penipuan yang pada dasarnya membuat korban percaya bahwa pembayaran telah diterima untuk transaksi kripto OTC, meskipun sebenarnya tidak.

Penipuannya dimulai dengan interaksi melalui media sosial. Henderson menyebutkan bahwa Olai menghubunginya melalui aplikasi Telegram untuk menanyakan mengenai pembelian token AURORA dengan USD Coin (USDC).

Setelah setuju untuk melakukan transaksi melalui Escrow, Henderson mulai mencurigai sesuatu. Yaitu saat mitra Escrow-nya membagikan tangkapan layar yang menunjukkan bahwa Henderson telah memberikan lampu hijau untuk melepaskan token AURORA dalam jumlah penuh kepada pembeli.

Diketahui bahwa Frank Braun, Kepala Keamanan Aurora Labs adalah Escrow atau pihak ketiga netral yang dipilih Henderson untuk memegang aset di kedua sisi transaksi dan melepaskannya ke pihak pembeli saat kondisi pembayaran terpenuhi.

Pada saat terjadi transaksi penipuan tersebut, Henderson memahami setelah kecurigaannya itu bahwa penipu telah mereplikasi profil Discord miliknya dan mengarahkan Braun untuk melepaskan saldo AURORA ke scammers.

Setelah mengalami ini, Henderson pun mencoba untuk memberikan peringatan kepada siapa saja terkait dengan seluk-beluk skema penipuan maupun si penipu sendiri.

Baca Juga: Baru Berdiri, BNI Ventures Siap Suntikan Dana ke Startup

Penulis: Tri Nurdianti
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: