Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Satgassus Merah Putih Polri Dipertanyakan Publik, Pengamat: Lebih Baik Bubarkan Saja!

Satgassus Merah Putih Polri Dipertanyakan Publik, Pengamat: Lebih Baik Bubarkan Saja! Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menanggapi terkait anggaran Satgassus Merah Putih yang dinilai kurang transparan, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional Adib Miftahul menyebut bahwa akan lebih tepat jika satgas nonstruktural Polri tersebut dibubarkan.

"Menurut saya, solusi paling tepat adalah Satgassus dibubarkan. Ini jelas rawan berbenturan dan tumpang tindih dengan tupoksi polisi lainnya," kata Adib pada Warta Ekonomi, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga: Korlantas Polri Gandeng ESQ Kembangkan Karakter Anggotanya

Hal tersebut dia katakan berdasarkan rawannya benturan dan tumpang tindih tupoksi dari polisi lainnya. Menurutnya, yang publik tangkap soal Satgassus Polri seperti elitis yang tidak tersentuh.

"Yang ditangkap atau dinilai oleh publik, Satgassus polri ini seperti seolah-olah elitis, tak tersentuh dan yang dikhawatirkan malah rawan abuse of power, penyalahgunaan kewenangan. Harusnya, maksimalkan saja satuan sesuai tupoksinya masing-masing, ini lebih mudah dikontrol oleh satuan pengawasan internal polri," kata Adib.

Menurutnya, satuan pada internal polri sudah cukup lengkap terkait tupoksi-tupoksinya. Pada kasus extraordinary, kata Adib, Polri bisa lintas satuan dengan cepat dan solid serta biasa bekerja sama. Adib memaknai Satgassus tersebut sebagai bom waktu yang bisa kapan saja meledak di dalam tubuh internal Polri. Menurutnya, akan terjadi persaingan yang tidak sehat jika hal tersebut tidak diatur dengan baik.

"Kalau tidak dikontrol dengan baik, dikhawatirkan bisa menjadi anasir jahat berwujud kanker yang menggerogoti dalam tubuh polri," katanya.

Selain itu, Adib juga mengatakan bawah kasus pengungkapan dan penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam pembunuhan Brigadir Yoshua memantik spekulasi baru mengenai sepak terjang Ferdy Sambo.

"Khususnya kaitan FS posisinya sebagai Kasatgassus merah putih. Apalagi satgas nonstruktural Polri ini kan dinilai tak jelas soal anggarannya dari mana? Bahkan, konon PPATK juga tak bisa mencium soal anggaran berasal dr mana?" kata Adib.

Dia menilai, kejadian tersebut mirip dengan motif tewasnya Brigadir J yang belum juga terungkap, keberadaan Satgassus tersebut menjadi sorotan di ruang publik. Menurutnya, penjelasan secara menyeluruh ditunggu publik, khususnya mengenai sepak terjang Ferdy Sambo selama menjadi pimpinan Satgassus Merah Putih.

Lebih jauh, Adib mengatakan bahwa kejadian tersebut bisa menjadi entry point bagi Polri untuk melakukan evaluasi menyeluruh di segala kebijakannya.

"Kapolri bisa sekalian, ibarat menyelam sambil minum air, bisa perintahkan Timsus untuk juga melakukan evaluasi satgassus. Kalau ini tidak dilakukan, publik akan menilai Kapolri setengah hati. Mumpung momentumnya tepat, bersih-bersih dimulai," jelas Adib.

Baca Juga: Usai Sebut Aremania Bergaya Preman, Eh Ade Armando Kena Semprot Lagi: Manusia yang Selalu Buat Ulah!

Penulis: Andi Hidayat
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: