Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gibran Anaknya Jokowi Buka Paksa Masker Paspampres, Pengamat: Berlebihan, Tidak Patut!

Gibran Anaknya Jokowi Buka Paksa Masker Paspampres, Pengamat: Berlebihan, Tidak Patut! Kredit Foto: Instagram/kaesangp
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anak Jokowi yang juga Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan publik karena videonya yang viral di media sosial. Ada apa?

Dalam video tersebut terlihat Gibran melepaskan masker Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) secara paksa. Paspampres saat itu sedang bersiap mengutarakan permintaan maaf terkait insiden pemukulan warga di daerah Sumber kepada awak media.

Menanggapi ini, pengamat politik dan pendiri Lingkar Madani, Ray Rangkuti, mengatakan meminta yang bersangkutan untuk minta maaf merupakan langkah yang tepat. Namun, dia menyayangkan tindakan Gibran yang memaksa membuka masker karena tidak proporsional.

“Tidak patut dilakukan oleh Gibran. Terlebih, yang bersangkutan menyatakan minta maaf. Membuka masker di depan publik dengan cara seperti dipaksakan itu menurut saya berlebihan,” kata Ray kepada Republika, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga: Hasil Survei Capres 2024: Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Keok Lawan "Pembantu" Jokowi, Siapa?

Menurut Ray, setidaknya jika ingin melepaskan masker Paspampres itu Gibran tidak perlu langsung sampai menariknya. Gibran bisa meminta dia untuk membuka masker. “Mungkin Mas Gibran ingin melihatkan wajah Paspampres itu kepada publik. Namun, menurut saya tidak proporsional apalagi sampai harus membuka maskernya,” ujar dia.

Sedangkan pengamat politik dan pendiri lembaga survei KedaiKopi, Hendri Satrio, malah mengapresiasi tindakan Gibran. Menurut dia, tindakan Gibran sudah tepat dilakukan. “Saya rasa tidak apa-apa, bagus juga ya Mas Gibran sebagai anak presiden. Menjadi Paspampres harus humanis, harus menghargai warga. Jadi, saya mendukung Mas Gibran melakukan pembinaan kepada Paspampres itu,” ujar dia.

Hendri berpendapat tindakan Gibran melepaskan masker tidak berlebihan. Bahkan, itu merupakan wujud dari rasa kesal Gibran. “Itu ya kesalnya Mas Gibran sebagai atasan ke dia (Paspampres) itu. Tidak berlebihan menurut saya,” tambahnya.

Baca Juga: Waduh! IPW Bocorkan Reserse Doyan Poroti Duit Rakyat: Nggak Ada Cerita Rakyat Dilayani di Sana

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: