Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tamparan Keras Tokoh NU kepada KPK: Beraninya Cuma sampai Level.....

Tamparan Keras Tokoh NU kepada KPK: Beraninya Cuma sampai Level..... Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Seorang tokoh NU, Gus Umar, memberi sindiran kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sindiran tersebut disampaikan melalui sebuah unggahan di media sosial.

Tokoh yang dinilai kritis dengan pemerintah ini menilai bahwa KPK yang dibayar mahal oleh negara untuk membasmi koruptor dari NKRI justru beraninya mengangkap level kepala daerah, bukan pejabat yang lebih tinggi.

Baca Juga: KPK Diminta Usut Kerugian Negara Rp2,2 T di Kabupaten Biak Numfor

Netizen pun juga ramai-ramai membuat komentar yang jauh lebih nyelekit dari unggahan Gus Umar. Sebagaimana diberitakan SuaraJawaTengah.com, Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo tengah tersandung kasus korupsi dan berurusan dengan KPK.

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK di depan Gedung DPR RI, Kamis (11/8/2022) petang.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron menduga Agung Wibowo terlibat kasus suap dalam pengadaan barang dan jasa serta jabatan.

"Berkaitan dugaan tindak pidana korupsi suap dan pungutan tidak sah dalam pengadaan barang dan jasa serta jabatan," kata Nurul Ghufron dilansir dari ANTARA, Jumat (12/8/2022).

Dalam OTT itu, KPK telah menangkap 23 orang, termasuk Mukti Agung Wibowo pada hari Kamis (11/8/2022).

"Kami telah mengamankan beberapa orang sekitar 23 orang dari Pemalang," ujar dia.

Namun, keberhasilan KPK dalam memberantas tindakan korupsi yang dilakukan Bupati Pemalang justru mendapat cibiran dari salah satu tokoh NU, Umar Hasibuan.

Lewat cuitannya di akun twitternya, pria yang akrab disapa Gus Umar sama sekali tidak terkesan dengan pekerjaan KPK saat ini.

"Bupati pemalang ditangkap KPK. Beraninya cuma sama kepala daerah," ujar Gus Umar.

Kontan saja cuitan Gus Umar itu mendapat reaksi dari para warganet. Mereka juga ramai mengejek kinerja KPK saat ini.

"Levelnya KPK era sekarang ini emang cuma Kepala daerah doang. Giliran Masiku, Apeng, Djokcan mlempem kayak kerupuk kena air," ucap akun @IWAN79**.

"Biar kelihatan berguna, yang receh di tangkap yang kakap berlalu," tutur akun @Jiba**.

"Gimana ini pak @Fahrihamzah, kerjaannya KPK cuma OTT kepala daerah," imbuh akun @fauzan**.

"@KPK_RI hayu lah pejabat sama anggota dewan mana nih? Isu judi onlen yang kasih upeti gimana? Ranahnya KPK juga bukan ya," sahut akun @ikhsanrifa**.

"Tapi Pemalang emang parah banget loh gus, bahkan dari bupati sebelum-sebelumnya, jalan kabupaten gak pernah bagus," tandas akun @TheReal**.

Baca Juga: Memiliki Potensi Besar, UUS Maybank Indonesia Dukung Pengembangan Industri Halal

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Lestari Ningsih

Advertisement

Bagikan Artikel: