Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Putin Sebenarnya Sadar Lakukan Kesalahan Invasi, Panglima Sekutu NATO: Dalam Gelap di Jam Sepi, Dia Terbangun dan Menyadarinya

Putin Sebenarnya Sadar Lakukan Kesalahan Invasi, Panglima Sekutu NATO: Dalam Gelap di Jam Sepi, Dia Terbangun dan Menyadarinya Kredit Foto: Reuters/Sputnik/Mikhail Metzel
Warta Ekonomi, Moskow -

Presiden Rusia Vladimir Putin "menyadari bahwa dia melakukan kesalahan" dengan invasinya ke Ukraina, kata mantan Panglima Tertinggi Sekutu NATO James Stavridis, Minggu (14/8/2022). 

"Apakah Putin menyadari dia melakukan kesalahan atau dia masih berpikir dia melakukan hal yang benar?" tuan rumah John Catsimatidis bertanya kepada mantan pemimpin NATO itu.

Baca Juga: Eks Kepala Intelijen Inggris: Akhir Pemerintah Putin akan Segera Datang karena...

"Saya pikir dalam gelap, jam-jam sepi pada pukul dua pagi ketika dia bangun, dia menyadari bahwa dia telah melakukan kesalahan. Di depan umum, dia tidak akan pernah mengakuinya. Tidak pernah. Dia akan terus mempertahankan fiksi ini yang Ukraina dijalankan oleh 'neo-Nazi'. Konyol, tentu saja," jawab Stavridis, dalam acara radio The Cats Roundtable di WABC 770 AM.

"Putin akan mempertahankan bahwa NATO entah bagaimana telah mendorongnya ke sudut ini, konflik ini. Segala sesuatu yang telah terjadi adalah tindakan Vladimir Putin untuk memasukkan invasi, sanksi yang mengikuti, serangan balik militer. Saya pikir dia tahu itu di dalam hatinya, dia tidak akan pernah mengakuinya di depan umum," lanjutnya.

Stavridis juga ditanya kapan dia berpikir bahwa perang akan berakhir. Dia mengatakan kedua belah pihak setidaknya enam bulan lagi untuk menemukan solusi.

Namun, dia mengatakan apa yang "mendorong kita menuju negosiasi" adalah "kesulitan yang dihadapi Putin saat dia membakar pasukan," dan penghancuran peralatan militer Rusia.

“Dia membakar kemampuan. Saya akan mengatakan, enam bulan dari sekarang dia akan berada dalam kesulitan yang sangat parah,” kata mantan pemimpin NATO tentang Putin.

"Di sisi lain medan perang, Zelensky harus mengakui bahwa kesabaran Barat dan aliran uang tunai dan senjata yang terus berlanjut bukanlah hal yang tak terbatas. Saya pikir kedua faktor itu pada akhirnya akan mendorong kedua belah pihak untuk melakukan semacam negosiasi..." imbuhnya.

Baca Juga: Usai Sebut Aremania Bergaya Preman, Eh Ade Armando Kena Semprot Lagi: Manusia yang Selalu Buat Ulah!

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: