Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran: Perang Tak Bisa Dimenangkan dengan Cuitan

Iran: Perang Tak Bisa Dimenangkan dengan Cuitan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ari Larijani menegaskan bahwa perang tidak dapat dimenangkan hanya dengan retorika di media sosial, seperti cuitan di akun X.

Dirinya memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa kesalahan perhitungan serius akan menimbulkan konsekuensi yang harus ditanggung AS.

"Trump mengatakan dia mencari kemenangan cepat. Meskipun memulai perang itu mudah, perang tidak dapat dimenangkan hanya dengan beberapa cuitan. Kami tidak akan menyerah sampai membuat Anda menyesal atas kesalahan perhitungan yang serius ini," tulisnya di X, dikutip dari Antara, Jumat (13/3).

Sebelumnya, Presiden Donald Trump memastikan bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus dijalankan hingga misi benar-benar tuntas. Ia menambahkan penyelesaiannya akan berlangsung dalam waktu singkat.

"Kami tidak akan pergi sampai pekerjaan itu selesai dan itu akan sangat cepat, akan sangat cepat," kata Trump dalam sebuah acara di Kentucky.

Dirinya menambahkan 58 kapal angkatan laut milik Iran telah berhasil dihancurkan. Operasi militer tersebut sudah mencapai kesuksesan besar. Meskipun mengalami kemenangan, AS tidak akan menyatakannya terlalu awal.

"Kami telah menang. Saya beri tahu Anda, kami telah menang. Anda tahu, Anda tidak pernah suka mengatakan terlalu cepat bahwa Anda menang. Kami menang. Kami memenangkan taruhan, pada jam pertama; semuanya sudah berakhir," ucapnya.

Baca Juga: Dampak Perang Iran di Luar Dugaan, Tim Energi Trump Disebut Harus Cari Cara untuk Menekan Harga Minyak

Untuk diketahui, pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, salah satunya di Taheran yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. 

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur di hari pertama agresi tersebut. Iran memperkirakan korban tewas hingga kini mencapai lebih dari 1.200 orang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait: