Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

PDIP Tak Mungkin Berjuang Sendiri di Pemilu 2024, Pengamat: Mustahil Gandeng PKS karena Alasan Ideologis

PDIP Tak Mungkin Berjuang Sendiri di Pemilu 2024, Pengamat: Mustahil Gandeng PKS karena Alasan Ideologis Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Adrian Sopa menyebut poros PDIP lebih unggul di segmen pemilih yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi, sementara poros Gerindra dan PKB lebih unggul di segmen pemilih yang kurang puas dengan kinerja Jokowi.

Adrian menilai hampir mustahil PDIP bertarung sendirian pada Pilpres 2024 tanpa menggandeng partai lain walaupun sudah memenuhi syarat pencalonan minimal 20 persen.

Baca Juga: Restu Jokowi Buat Menteri yang Mau Nyapres Bukan Berarti Dukungan Politik, PDIP: Jangan Terlalu Over Ekspektasi

"PDIP mustahil menggandeng PKS karena alasan ideologis. Begitu pun menggandeng Demokrat karena riwayat hubungan Megawati- SBY," tuturnya di Jakarta, Senin (15/8/2022).

Tak hanya itu, kecil kemungkinannya bila PDIP menggandeng Nasdem karena irama politik Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh tak sejalan.

Dia mengatakan, dalam bulan-bulan terakhir masa pendaftaran, yakni September 2023, sangat mungkin PDIP mengajak Gerindra/PKB/KIB untuk menyatukan kekuatan, sedangkan KIB sangat mungkin menambah kekuatan.

Baca Juga: Refly Harun Bela Mahfud MD yang Disebut Kayak Komentator oleh Orang PDIP Terkait Kasus Ferdy Sambo: Jadi Ladang Amal Beliau...

"Hanya tiga partai saja bagi KIB sangatlah riskan. Jika satu partai mengundurkan diri, itu akan membuat KIB tak lagi memenuhi syarat pencalonan capres cawapres 20 persen," jelasnya.

Bagi KIB, satu partai yang mungkin diajak adalah PKS atau Demokrat lantaran PKS dan Demokrat tak memiliki bargaining kuat untuk meminta calon presiden.

Baca Juga: Xendit PHK 5% Karyawan di Indonesia dan Filipina, Ada apa?

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: