Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ukraina Lagi-lagi Untung Saat Rusia Alami Mode Panik, Selandia Baru Beber Alasannya

Ukraina Lagi-lagi Untung Saat Rusia Alami Mode Panik, Selandia Baru Beber Alasannya Kredit Foto: Reuters/Maxim Shemetov
Warta Ekonomi, Wellington -

Tentara Ukraina kembali mendapat dukungan pelatihan. Kali ini, Selandia Baru telah mengirimkan 120 personel militer ke Inggris untuk membantu melatih para tentara Kiev.

Dua tim pelatih infanteri akan memberi tentara Ukraina pelatihan. Pelatihan meliputi keterampilan utama agar efektif di palagan termasuk cara menggunakan senjata, memberikan pertolongan pertama, hukum operasional dan keterampilan lainnya.

Baca Juga: Bukan Boris Johnson, Menhan Beber Alasan Mengapa Inggris Sangat Ambisius Latih Tentara Ukraina

Sekitar 800 tentara Ukraina akan mengikuti pelatihan di salah satu dari empat lokasi di Inggris. Dalam pernyataannya, Senin (15/8/2022) personel pertahanan Selandia Baru tidak terbang ke Ukraina.

"Kami sudah dengan jelas mengatakan serangan terang-terangan ke negara berdaulat dan hilangnya banyak nyawa salah dan tidak bisa ditoleransi. Kecaman kami akan melampaui kata-kata dan termasuk bantuan penting," kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Arden dalam konferensi pers.

Ia menekankan pasukan Selandia Baru tidak dan tidak akan terlibat dalam pertempuran di Ukraina. Bulan Mei lalu 30 personel Selandia Baru melatih personel militer Ukraina mengoperasikan artileri.

Pelatihan itu bagian dari serangkaian tindakan untuk merespon invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Selandia Baru juga menggelontorkan bantuan finansial senilai 25,7 juta dolar AS ke Ukraina dan memberi sanksi pada 840 individu dan entitas Rusia.

Baca Juga: Jokowi Kesal Soal Lonjakan Impor Aspal, Eh Langsung Dibeberkan: Lebih Jengkel Lagi, Ada Kilang Minyak Tapi BBM Impor!

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: