Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Digitalisasi Bantu Tranformasi Demokrasi yang Partisipatif

Digitalisasi Bantu Tranformasi Demokrasi yang Partisipatif Kredit Foto: Unsplash/Ekonomi Digital
Warta Ekonomi, Jakarta -

Budaya demokratis di dunia digital sangat berhubungan dengan kebebasan berekspresi yang merupakan hak asasi manusia. Dalam Pancasila sila ke-4, nilai utamanya pun terkait demokrasi yang memberikan kesempatan setiap orang untuk berekspresi dan berpendapat di ruang digital. Namun, tentunya tetap menjunjung tinggi etika dan sopan santun sehingga setiap pengguna perlu mematuhi aturan tersebut di dunia digital.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia, Cut Meutia Karolina, mengatakan, demokrasi di dunia digital membantu proses transformasi demokrasi yang partisipatif berjalan egaliter dan partisipatif. Mengenai kebebasan berekspresi berbanding lurus dengan penyebaran hoaks, di mana setiap orang punya kebebasan menyebarkan informasi tapi tidak semua orang punya niat baik. Ada segelintir orang yang dengan sengaja menyebarkan hoaks, narasi-narasi negatif tidak sesuai kenyataan.

Baca Juga: Etika Digital Pedoman Netizen Tidak Kebablasan Berekspresi di Dunia Digital

"Hanya saja harus paham bahwa kita orang yang terliterasi digital tidak boleh sembarangan menyebarkan informasi dan harus memastikan informasi yang disebarkan tidak menimbulkan amarah orang lain," kata Cut Meutia saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok pendidikan di wilayah DKI/Jakarta Banten, Rabu (10/8/2022), dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta.

Oleh sebab itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital: Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Adapun hoaks di pusaran demokrasi berhubungan dengan para produssn hoaks dan pesan kebencian yang eksis karena banyak yang menikmatinya. Sebab itu, dalam jangka panjang, strategi kultural dengan terus meningkatkan literasi media akan bisa menghalau hoaks.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok pendidikan di wilayah DKI/Jakarta Banten, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya, antara lain Anggota Relawan TIK Bogor, Verra Rousmawati; Relawan TIK dan Pandu Digital, Tuahta H. Pinem; serta Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun instagram @Siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Baca Juga: Akhirnya Putri Candrawathi Resmi Ditahan: Angkat 2 Jempol Buat Bapak Kapolri!

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: