Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mark Zuckerberg Bikin Pengakuan Kontroversial: Akui Batasi Kisah Hunter Biden Jelang Pemilu 2020

Mark Zuckerberg Bikin Pengakuan Kontroversial: Akui Batasi Kisah Hunter Biden Jelang Pemilu 2020 Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penampilan Mark Zuckerberg di podcast Joe Rogan pekan lalu rupanya memicu kontroversi setelah CEO Meta itu mengakui bahwa Facebook membatasi artikel Hunter Biden menjelang pemilihan 2020 karena FBI memperingatkan tentang propaganda Rusia.

Setelah itu, FBI pun memberikan respon yang dirilis kepada FOX Business yang dikutip di Jakarta, Senin (29/8/22) bahwa mereka telah memberi perusahaan indikator ancaman asing untuk membantu mereka melindungi platform dan pelanggan dari penyalahgunaan penjahat asing.

"FBI akan terus bekerja sama dengan federal, negara bagian, lokal, dan mitra sektor swasta untuk memberi informasi kepada publik tentang potensi ancaman, tetapi FBI tidak dapat meminta, atau mengarahkan, perusahaan untuk mengambil tindakan atas informasi yang diterima," kata badan tersebut.

Baca Juga: Teknologi Elon Musk Diejek Mark Zuckerberg: 'Orang Normal' Tak Akan Mau Dipasang Perangkat di Otak

"FBI membagikan peringatan umum tentang campur tangan asing - tidak ada yang spesifik tentang Hunter Biden," respon Meta kembali.

Pada minggu-minggu terakhir pemilihan presiden 2020, baik Big Tech dan media liberal menekan laporan New York Post yang menjelaskan transaksi bisnis asing dan curang dari putra kandidat Joe Biden saat itu.

Baik Zuckerberg dan CEO Twitter saat itu, Jack Dorsey menyatakan penyesalan atas tindakan mereka yang membatasi distribusi pelaporan Post, serta beberapa organisasi berita, termasuk New York Times, Washington Post, NBC News, dan Politico yang telah memverifikasi keaslian laptop tersebut.

Senator Ron Johnson, R-Wis., mengungkapkan bahwa pelapor menuduh pejabat FBI mengatakan kepada agen untuk tidak menyelidiki laptop Hunter Biden selama berbulan-bulan lantaran akan berdampak pada pemilihan 2020. Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa penyelidikan Hunter Biden sengaja diperlambat atas perintah dari "kepemimpinan FBI lokal."

Baca Juga: Nilai Setor Tunai Tanpa Kartu Blu by BCA Digital Tembus Rp 381 Miliar

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: