Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Militer Taiwan Bisa Makin Kuat Berkat Biden, Terkuak Alasannya

Militer Taiwan Bisa Makin Kuat Berkat Biden, Terkuak Alasannya Kredit Foto: Reuters/Komando Teater Timur
Warta Ekonomi, Washington -

Pemerintahan Joe Biden berencana untuk meminta Kongres menyetujui penjualan senjata senilai 1,1 miliar dolar AS ke Taiwan. Dana itu mencakup 60 rudal anti-kapal dan 100 rudal udara-ke-udara.

Mengutip sumber pemerintahan AS, Politico melaporkan hal tersebut pada Senin (29/8/2022) di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Pemerintahan Presiden Joe Biden dan anggota parlemen AS menekankan dukungan berkelanjutan untuk pemerintah di Taipei.

Baca Juga: Gagal Total, Joe Biden dan PM Israel Batal Lakukan Panggilan Darurat Gara-gara...

Terdapat beberapa hal dalam jalur persetujuan untuk Taiwan yang dapat diumumkan dalam beberapa pekan atau bulan mendatang.

Menurut sumber tersebut, fokusnya adalah mempertahankan sistem militer Taiwan saat ini dan memenuhi perintah yang ada daripada menawarkan kemampuan baru yang lebih mungkin untuk mengobarkan ketegangan yang sudah panas dengan China.

Hingga saat ini, Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar atas laporan Politico. Setelah kunjungan Ketua House of Representative Nancy Pelosi ke Taipei, China melakukan latihan perang terbesarnya di sekitar Taiwan.

Beijing menegaskan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau itu di bawah kendalinya. China pada Senin menolak keluhan dari Taiwan tentang pelecehan berulang-ulang oleh pesawat tak berawak China yang sangat dekat dengan pulau-pulau yang dikendalikan Taiwan.

Menurut Taipei hal tersebut adalah sesuatu yang bertujuan membuat keributan. Ini pun mendorong Taipei untuk melabeli Beijing sebagai pencuri.

Baca Juga: Asal Muasal Presidential Threshold 20 Persen Gegara Kemenangan SBY di Pilpres 2004, Ini Nih Biang Keroknya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: