Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

PLTN Zaporizhzhia di Ukraina bakal Libatkan Pihak Baru, Erdogan Buka-bukaan ke Putin

PLTN Zaporizhzhia di Ukraina bakal Libatkan Pihak Baru, Erdogan Buka-bukaan ke Putin Kredit Foto: Reuters/Valentyn Ogirenko
Warta Ekonomi, Ankara -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin terkait kesepakatan ekspor gandum.

Ankara dapat memainkan peran untuk menengahi persoalan di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina yang kini diperebutkan oleh Moskow dan Kiev.

Baca Juga: Kacau! Alat Tempur Rusia Seharga 26 Juta Dolar Hancur Gak Berdaya di Hadapan Drone Turki

Dalam pembicaraan melalui telepon, Sabtu, Erdogan dan Putin bertukar pandangan mengenai hubungan bilateral dan isu-isu regional, terutama mengenai ekspor biji-bijian, kata Direktorat Komunikasi Turki dalam sebuah pernyataan.

Pada 22 Juli 2022, Rusia dan Ukraina menandatangani perjanjian yang difasilitasi oleh Turki dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melanjutkan ekspor gandum dari tiga pelabuhan Ukraina di Laut Hitam.

Ekspor tersebut sempat terhenti akibat perang yang telah berlangsung sejak Februari. 

PLTN Zaporizhzhia, terbesar di Eropa, direbut oleh Rusia pada Maret lalu, tetapi masih dioperasikan oleh staf Ukraina di bawah pengawasan pasukan Rusia.

Kawasan pembangkit, yang berjarak kurang dari 10 km dari posisi Ukraina di seberang Sungai Dnipro, telah berulang kali diserang selama sebulan terakhir.

Ukraina dan Rusia saling melempar tanggung jawab atas serangan tersebut. 

Dalam pembicaraan Erdogan dan Putin, kedua pemimpin juga menegaskan kembali tekad mereka untuk melanjutkan proyek PLTN Akkuyu yang saat ini sedang dibangun di Provinsi Mersin di Turki selatan.

Reaktor pertama Akkuyu akan beroperasi pada 2023 dan seluruh pabrik akan berdiri dan berjalan pada 2025.

Proyek itu dimulai dengan perjanjian antarpemerintah pada 2010 antara Turki dan Rusia.

Erdogan dan Putin sepakat untuk membahas semua isu bilateral pada pertemuan di Uzbekistan, di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) pada 15-16 September mendatang. 

Baca Juga: Asal Muasal Presidential Threshold 20 Persen Gegara Kemenangan SBY di Pilpres 2004, Ini Nih Biang Keroknya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: