Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kenaikan Harga BBM Cuma Bebani Rakyat, Rizal Ramli Kasih Solusi Buat Jokowi: Pemerintah Kreatif Sedikit Dong

Kenaikan Harga BBM Cuma Bebani Rakyat, Rizal Ramli Kasih Solusi Buat Jokowi: Pemerintah Kreatif Sedikit Dong Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menanggapi keputusan pemerintah untuk menaikkan harga sejumlah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM), politikus sekaligus pengamat ekonomi Rizal Ramli memberikan kritik kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menilai jajaran pemerintah saat ini tidak kreatif menghitung anggaran negara sehingga membebani rakyat dengan kenaikan harga BBM bersubsidi ini.

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Dinilai Mendadak, Pengamat Ingatkan Jokowi: DPR sebagai Wakil Rakyat Sudah Tak Dianggap Keberadaannya

"Ini pemerintah yang tidak kreatif, semua kesalahan hitung mereka, perkiraan mereka, dibebankan kepada rakyat," kata eks Menko Perekonomian itu melalui layanan pesan, Senin (5/9/2022).

Menurut Rizal, pemerintah seharusnya bisa menahan diri tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Sebab, rakyat saat ini sedang sulit terdampak pandemi Covid-19.

"Rakyat kita kasih napas dahululah. Baru habis covid, baru mau bangkit," kata eks Menteri Keuangan (Menkeu) itu.

Rizal melanjutkan keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi pada dasarnya memicu inflasi makanan ke angka 15 persen. Selain itu, naiknya harga BBM bersubsidi juga memicu melonjaknya tarif transportasi.

Rizal mengatakan pemerintah sebenarnya bisa saja mencari pendanaan lain demi menjaga APBN tidak jebol demi menjaga harga BBM bersubsidi. Menurut dia, pemborosan anggaran terbesar sebenarnya pembayaran bunga dan cicilan utang.

"Itu pokoknya saja, cicilannya satu tahun Rp400 triliun pada tahun ini, bunganya Rp405 triliun. Total Rp805 triliun untuk dibakar," ujar Rizal.

Baca Juga: Jokowi Naikkan Harga BBM karena Sayang Rakyat Indonesia, Ruhut Sitompul: Percayalah...

Dia mengatakan pemerintah bisa saja mengajukan restrukturisasi utang demi menjaga APBN tidak jebol dan harga BBM bersubsidi tetap terjaga. Rizal mengatakan beban APBN bisa berkurang mencapai Rp200 triliun apabila pemerintah mengajukan restrukturisasi utang.

"Kenapa, sih, pemerintah tidak canggih sedikit, kreatif sedikit. Negosiasi, dong," ungkap pria yang akrab disebut RR itu. 

Baca Juga: BLT Sempat Disebut Salah Sasaran, Ganjar Pranowo Lakukan Hal Ini dengan Libatkan Mahasiswa: Gubernur Cerdas!

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: