Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Erdogan Minta Negara-negara Dunia Jangan Remehkan Rusia di Bawah Vladimir Putin

Erdogan Minta Negara-negara Dunia Jangan Remehkan Rusia di Bawah Vladimir Putin Kredit Foto: Anadolu Agency
Warta Ekonomi, Moskow -

Barat telah menerapkan "kebijakan yang berbasis provokasi" terhadap Rusia, dan Moskow seharusnya tidak bisa diremehkan begitu saja. Hal itu disampaikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu (7/9/2022) waktu setempat.

"Dengan sangat jelas, saya mengatakan bahwa saya tidak melihat sikap Barat (terhadap Rusia) benar. Karena ada sebagian negara Barat yang mengambil kebijakan berbasis provokasi," kata Erdogan pada konferensi pers bersama Presiden Serbia Aleksandar Vucic di ibu kota Beograd.

Baca Juga: Militer Rusia Cuma Pikirkan Kuantitas tapi Kualitas Bobrok: 'Ini Namanya Putin Cuma Permalukan Diri Sendiri'

Sejak pecahnya perang di Ukraina pada Februari ini, Turki telah menekankan bahwa mereka mengikuti kebijakan "seimbang" yang telah menghasilkan keuntungan, seperti kesepakatan bersejarah di Istanbul Juli ini yang membuka blokir ekspor produk biji-bijian dari Ukraina.

Erdogan mengungkapkan bahwa tampaknya perang Rusia-Ukraina ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

"Saya katakan kepada mereka yang meremehkan Rusia, Anda telah melakukan kesalahan. Rusia bukanlah negara yang bisa diremehkan," katanya menambahkan.

Presiden Turki juga menegaskan kembali kebijakan seimbang Ankara antara Rusia dan Ukraina untuk membantu menyelesaikan krisis kedua negara itu.

Kebijakan Turki menjaga jalur diplomasi terbuka dengan Rusia juga membuat Turki menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tertinggi untuk para pejabat dari Moskow dan Kyiv sejak perang dimulai.

Selama kunjungan Erdogan di pemberhentian kedua dalam tur ke tiga negara Balkan, Turki dan Serbia menandatangani tujuh perjanjian di berbagai bidang seperti ekonomi, industri, dan teknologi, termasuk protokol yang memungkinkan perjalanan bebas paspor bagi warga dua negara tersebut.

Baca Juga: Tokoh NU Bingung ke Presiden Jokowi: Untuk Apa Masih Ikutan Acara Relawan Begini...

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: