Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Eks Warga Ungkap Ada 'Bohir' Dibalik Aksi Anarkis Ketika PN Jaksel Gelar Sidang di Pancoran Buntu

Eks Warga Ungkap Ada 'Bohir' Dibalik Aksi Anarkis Ketika PN Jaksel Gelar Sidang di Pancoran Buntu Kredit Foto: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Intimidasi hingga aksi Anarkis yang terjadi usai Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar Sidang Pemeriksaan Setempat di Jalan Pancoran Buntu 2, Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat (9/9/2022) lalu disesalkan banyak pihak. 

Sejumlah massa yang mengatasnamakan warga penghuni Pancoran Buntu berteriak ke arah pihak tergugat, yakni PT Pertamina

Baca Juga: Ada Sengketa Asuransi, OJK Minta Nasabah Tidak Koar-koar di Jalan

Mereka menyampaikan lahan seluas 2,7 hektar yang tercatat sebagai milik PT Pertamina itu merupakan milik ahli waris. 

Mereka juga hendak melakukan pemukulan, meski akhirnya berhasil ditahan oleh warga lainnya.

Selain itu, beberapa orang membentangkan spanduk di tengah jalan hingga sempat menimbulkan kemacetan di Jalan Pasar Minggu Raya, baik dari arah Pasar Minggu menuju Tugu Pancoran ataupun sebaliknya. 

Terkait hal tersebut, eks warga Pancoran Buntu 2, Cucu mengungkapkan sejumlah temuan terkait keributan yang terjadi setelah sidang lapangan tersebut.

Menurutnya, orang-orang yang membuat keributan itu diduga diperintahkan oleh bohir atau pemegang modal yang menguasai lahan milik PT Pertamina itu.

"Jadi H-1 saya masuk ke dalam. Jadi infonya seperti itu, pertama tidak ada mobil masuk atau disterilkan," ujar Cucu pada Kamis (15/9/2022).

"Kedua, kan itu pengadilan di undang sama ahli waris, nah nengadilan datang. Ketika pengadilan datang, semua warga tidak ada yang demo dulu. Begitu keluar harus ada demo, kalau ada kejadian gak masalah," tambahnya.

Cucu mengatakan, massa yang membuat keributan terdiri dari warga yang masih bertahan di lahan Pancoran Buntu 2 dan beberapa elemen lainnya.

Dia menjelaskan, massa tersebut juga mendapat imbalan atas aksi mereka melakukan keributan seusai persidangan.

Baca Juga: KPU Siap Hadapi Proses Sengketa di Tahapan Verifikasi Administrasi Parpol Pemilu 2024

"Dari makan sampai semuanya itu dijamin sama mereka. Sekitar Rp 200-300 ribu (per orang)," ungkap Cucu.

Baca Juga: Asal Muasal Presidential Threshold 20 Persen Gegara Kemenangan SBY di Pilpres 2004, Ini Nih Biang Keroknya

Penulis: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: