Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tepis Klaim Demokrat, Jokowi Dinilai Lebih Masif Bangun Infratruktur

Tepis Klaim Demokrat, Jokowi Dinilai Lebih Masif Bangun Infratruktur Kredit Foto: Kementerian PUPR
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai berbagai pihak berhasil membangun infrastruktur yang membuat Indonesia menjadi negara dengan ekonomi yang kuat.

"Tentu saja banyak pencapaiannya. Banyak infrastruktur yang sejatinya bisa diselesaikan di era pemerintahan sebelumnya, tapi tak selesai. Kemudian diselesaikan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi, bahkan diperkuat,” tegas Pengamat Ekonomi Defiyan Cori.

Dia pun memberikan contoh, dari sisi konektivitas, masyarakat saat ini didukung dengan infrastruktur yang mumpuni sehingga membuat ruang gerak masyarakat semakin leluasa untuk melakukan mobilitas dengan biaya yang murah.

"Logistik pun menjadi lancar dengan infrastruktur yang terbentang. Tak hanya dari sisi panjang jalan saja, tetapi juga dari aksesibilitas dan keterjangkauan, sehingga kinerja logistik menjadi lebih baik," sebutnya.

Defiyan menilai, hal yang paling fenomenal dari pembangunan infrastruktur di era Presiden Jokowi yakni pembangunan bendungan.

"Bendungan ini sangat penting karena berkaitan dengan peningkatan produktivitas pertanian,” katanya.

Dia pun menilai, keputusan pemerintahan presiden Jokowi untuk membangun banyak jembatan adalah keputusan sangat tepat.

"Karena itu akan memperkuat ketahanan pangan kita. Sektor pertanian menjadi semakin produktif," ujarnya.

Banyak hal yang telah menjadi pencapaian Presiden Jokowi, khususnya di sektor transportasi darat dalam kurun waktu tersebut.

Pencapaian luar biasa Presiden Jokowi adalah pembangunan infrastruktur jalan tol yang sangat membantu memudahkan mobilitas.

Sedangkan politisi Nasdem Irma Suryani Chaniago menilai, tak hanya membangun infrastruktur baru, Pemerintahan Presiden Jokowi juga melanjutkan proyek-proyek mangkrak dari pemerintahan sebelumnyaa.

"Jika tak dilanjutkan kerugian negaa sangat besar (karena mangkrak)," tuturnya.

Data menyebutkan, beberapa konstruksi jalan pada era Jokowi yang dimulai sebelum tahun 2014 dan selesai setelah tahun 2015 yaitu sejauh 222,2 km. Sedangkan konstruksi yang dimulai setelah tahun 2015 dan selesai sampai september 2022 sejauh 1.540,1 km. Dan 750 km akan ditargetkan selesai tahun 2024.

Dengan kata lain Hanya 222 km jalan tol (9 ruas) yang dimulai di era pemerintahan sebelumnya dan diselesaikan/diresmikan di era Jokowi.

Pembangunan infrastruktur yang terhitung dimulai sebelum 2014 dan selesai setelah tahun 2014 terdapat 18 bendungan dan 7 bandar udara. Sementara pembangunan infrastruktur yang dimulai setelah tahun 2014 terdapat 12 bendungan dan 22 bandar udara yang selesai sampai september 2022, 12 bendungan dan 9 bandar udara dengan target selesai tahun 2023, 10 bendungan dengan target selesai akhir tahun 2022, 5 bendungan dengan target selesai tahun 2024, serta 4 bendungan dengan target selesai tahun 2025.

Sementara itu beberapa capaian infrastruktur desa diantaranya adalah; jalan desa sejauh 316.590 km, Jembatan desa sepanjang 1.597.529 m, Air bersih desa sebanyak 1.474.544 unit, Irigasi desa 501.054 unit, Pasar desa 12.297 unit, dan Posyandu 42.357 unit.

Banyak pihak yang menyayangkan perbandingan yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

"Jangan merasa seolah-olah yang paling hebat. Setiap masa itu kondisi sosial politiknya berbeda-beda satu sama lain," kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi kepada wartawan.

Baca Juga: Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai di Jaringan ATM BCA

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: