Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Soal Pengisi Kursi Mas Anies Baswedan, Pakar Kebijakan Publik: Yang Mengenal Sepak Terjang dan Tata Kelola Anies

Soal Pengisi Kursi Mas Anies Baswedan, Pakar Kebijakan Publik: Yang Mengenal Sepak Terjang dan Tata Kelola Anies Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sepak terjang Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta sebentar lagi akan usai seiring habisnya masa jabatan.

Sederet pencapaian telah Anies dapatkan dinilai menjadi standar yang harus dipertahankan oleh pengganti Anies yang akan mengisi posisi Penjabat (pj) Gubernur DKI Jakarta sampai 2024 nanti.

“DKI Jakarta yang telah berhasil melakukan perubahan secara signifikan berkat kepemimpinan Anies Baswedan yang berakhir masa jabatannya,” ujar Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat dalam keterangan resmi yang diterima redaksi wartaekonomi.co.id, Senin (19/9/22).

Atas dasar itu, menurut Achmad sosok yang akan mengisi kursi Anies harus tahu betul apa yang telah dilakukan dan tata kelola yang dilakukan oleh Anies.

Hal ini diangaop perlu dilakukan agar keberhasilan yang Anies telah persembahkan untuk Jakarta bisa berlanjut.

Baca Juga: Fotonya Dimuat di Tulisan Media Nasional Tentang Pembebasan Puluhan Koruptor, Respons Anies Baswedan Luar Biasa, Ini Buktinya!

“Gubernur DKI Jakarta akan lebih baik jika digantikan oleh PJ yang telah mengenal sepak terjang dan tata kelola yang dilakukan oleh gubernur sebelumnya. Hal ini penting mengingat berbagai keberhasilan tata kelola sebelumnya bisa sustainable karena PJ benar-benar faham pola kerja yang sudah berjalan,” tambah Achmad.

Menurut Achmad, Jika diserahkan kepada calon yang belum memahami pola kerja gubernur sebelumnya, dikhawatirkan terjadi upaya perubahan yang mekanisme tatakelola secara ekstrim sehingga mengganggu kestabilan yang telah terbangun.

Achmad juga mengingatkan pentingnya PJ yang terpilih haruslah yang tidak pernah tersangkut kasus-kasus korupsi. Ini penting sebagai langkah preventif agar Jakarta terhindar dari resiko penyalahgunaan keuangan yang kontraproduktif dan menghambat operasional pengelolaan daerah.

“Masyarakat harus mengawal pengelolaan kedepan sebab publik khawatir jika PJ Gubernur yang akan terpilih membangkitkan kembali hubungan-hubungan dengan para oligarki seperti melanjutkan kawasan reklamasi yang sudah dihentikan dan lain-lain,

Baca Juga: Duarrr… Setelah 'Dicampakkan' Ganjar Pranowo, Eko Kuntadhi Bawa-bawa Aktor Hollywood: Saya Kenal Dia, Tapi Dia Nggak Kenal Saya

Template dari kepemimpinan gubernur Anies Baswedan sudah teruji bahkan mendapatkan banyak apresiasi dari dunia internasional, tentunya ini akan mempermudah gubernur yang akan datang jika secara objektif bisa melanjutkan apa yang sudah terbangun. Tentunya jangan sampai karena ada apriori secara politik terhadap gubernur sebelumnya yaitu Anies Baswedan kemudian menghentikan hal-hal yang sudah stabil berjalan” jelas Achmad.

Baca Juga: AASI Dorong Unit Usaha Syariah Asuransi Segera Spin Off

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: