Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Inflasi Agustus Terkendali, Wamenkeu: APBN Tetap Harus Bersiap!

Inflasi Agustus Terkendali, Wamenkeu: APBN Tetap Harus Bersiap! Kredit Foto: Antara/ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyatakan bahwa inflasi Indonesia di Agustus 2022 masih terkendali, berada di angka 4,69% dari yang sebelumnya sebesar 4,9%. Namun, melihat hal tersebut, Pemerintah akan tetap terus mengantisipasi kenaikan dari inflasi di September 2022 akibat dari naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kenaikan harga BBM kemarin kita mengantisipasi inflasi di bulan September. Namun, kita berharap nanti ketika Oktober sudah mereda dan November sudah kembali ke tren bulanan yang seperti biasa," kata Suahasil dalam Jakarta Global Financial Summit 2022, Rabu (21/9/2022).

Baca Juga: Lonjakan Harga Komoditas, Inflasi, hingga Kenaikan Suku Bunga: Gimana Prospek Investasi di Indonesia?

Di tengah ketidakpastian perekonomian global, lanjut Suahasil, Pemerintah terus memperkuat kebijakan fiskal. Penguatan itu dilakukan untuk menjadi shock absorber dari peningkatan risiko tersebut.

"Kita optimalkan terus pada saat harus memberikan subsidi, APBN memberikan subsidi. Pada saat  harus memberikan insentif pajak, APBN memberikan insentif pajak. Pada saat belanjanya harus meningkat, APBN kita tingkatkan," ucap Suahasil.

Sejalan dengan itu, ia menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga harus menyiapkan dirinya sehingga momentum dari pademi menuju endemi dapat memperkuat ketahanan fiskal perekonomian.

"Kenapa APBN perlu kita kuatkan ketahanan fiskalnya? Supaya APBN siap-siap lagi menjaga buffer untuk antisipasi uncertainty (ketidakpastian) ke depan," imbuh Suahasil.

Lebih lanjut, Suahasil menjelaskan bahwa ketidakpastian perekonomian ke depan masih tercermin dari kenaikan harga komoditas baik pangan maupun energi. Dengan begitu, APBN juga harus bersiap mengantisipasi syok untuk perekonomian nasional.

Baca Juga: Luhut Sebut Orang Non Jawa Tak Bisa jadi Presiden, Ternyata Ditujukan untuk Puan Maharani

Penulis: Martyasari Rizky
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: