Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Lonjakan Harga Komoditas, Inflasi, hingga Kenaikan Suku Bunga: Gimana Prospek Investasi di Indonesia?

Lonjakan Harga Komoditas, Inflasi, hingga Kenaikan Suku Bunga: Gimana Prospek Investasi di Indonesia? Kredit Foto: Lestari Ningsih
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ibarat mati satu tumbuh seribu, perekonomian dunia yang mulai bangkit dari pandemi Covid-19 kini dihadapkan oleh lebih banyak tantangan global. Lonjakan harga komoditas, inflasi tinggi, hingga kenaikan suku bunga global menjadi tiga tantangan terbesar bagi perekonomian global saat ini.

Lantas, bagaimana prospek investasi di pasar modal Indonesia saat ini?

Presiden Direktur PT BNP Paribas Asset Management  (PT BNP Paribas AM), Priyo Santoso, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih tampak lebih tangguh di tengah volatilitas pasar global yang tinggi. Ia pun optimis bahwa aset investasi di Tanah Air dapat bertahan dan bahkan cenderung menguat di tengah sentimen tersebut.

Baca Juga: Jalin Kerja Sama, Bank BTPN dan BNP Paribas: Diversifikasi Jadi Solusi Berinvestasi di Segala Kondisi

"Kondisi ekonomi Indonesia tampak lebih tangguh. Mulai dari pasar modal hingga mata uang rupiah cukup bertahan bahkan cenderung menguat di tengah sentimen global yang sedang terjadi," tegas Priyo pada Media Briefing Penandatanganan Kerja Sama Bank BTPN dan PT BNP Paribas AM di The Langham, Jakarta, Rabu, 21 September 2022. 

Ia menambahkan, Indonesia diuntungkan oleh kondisi di mana harga komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, khususnya komoditas energi seperti batu bara dan gas. Pasalnya, Indonesia merupakan negara net-exportir komoditas dan hal itu menjadi daya tarik bagi pasar modal Indonesia, baik untuk investor domestik maupun investor global.

"Saat ini pasar saham di Indonesia sangat baik karena ditopang oleh pertumbuhan harga komoditas batu bara, sawit, dan gas. Satu sisi itu memberi kepercayaan bagi investor untuk investasi di pasar modal di Indonesia," lanjutnya. 

Ia melanjutkan, pergerakan IHSG juga terbilang masih bagus. Saat ini, IHSG bergerak di kisaran level 7.200. Hingga akhir tahun, IHSG berpeluang untuk dapat bergerak hingga ke level 7.500.

Baca Juga: Luhut Sebut Orang Non Jawa Tak Bisa jadi Presiden, Ternyata Ditujukan untuk Puan Maharani

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Advertisement

Bagikan Artikel: