Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Anggaran BKPM Tahun 2023 Dipangkas Jadi Rp1,09 Triliun, Bahlil Keberatan!

Anggaran BKPM Tahun 2023 Dipangkas Jadi Rp1,09 Triliun, Bahlil Keberatan! Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Merespons anggaran untuk Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang turun di tahun 2023, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengaku berat dalam mencapai realisasi investasi sebesar Rp1.400 triliun di tahun 2023. Dalam Rapat Kerja Komisi VI, telah diputuskan bahwa anggaran untuk Kementerian Investasi sebesar Rp1,09 triliun. Adapun rincian pagu anggaran untuk Kementerian Investasi/BKPM ialah sebesar Rp1.094.222.046.000.

Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Haekal menyampaikan, berdasarkan surat pimpinan Badan Anggaran (Banggar) perihal penyampaian pembahasan hasil rancangan RUU APBN 2023, disampaikan sesuai panja belanja pemerintah pusat dalam rangka pembicaraan tingkat 1 sebagai bahan penyempurnaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL).

Baca Juga: Sosialisasi Pemberian NIB Sampai di Titik Ke-9, BKPM: Untuk Pemenuhan Hak Warga Negara

"Komisi VI meminta Kementerian Investasi mengoptimalkan anggaran itu sebaik-baiknya," kata Haekal dalam Rapat Kerja Komisi VI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Menanggapi hal tersebut, Bahlil menuturkan akan menjalankan putusan anggaran sesuai dengan yang sudah ditetapkan. :Kami memahami kondisi yang ada. Namun, target Rp1.400 triliun ini menjadi target besar sekali. Kalau kami tidak capai target tolong dimaklumi," ujar Bahlil menanggapi putusan tersebut.

Sejalan dengan itu, Bahlil juga memberikan alasan keberatannya atas hasil putusan anggaran untuk Kementerian Investasi. Ia beralasan bahwa dirinya belum menemukan teori ekonomi untuk mengatasi hal tersebut.

Pada tahun lalu, Bahlil menyebut, ketika target realisasi investasi Rp1.200 triliun, anggaran kementeriannya sebesar Rp1,3 triliun. Namun, pada tahun ini dengan target yang bertambah, anggarannya justru dipangkas.

"Kita sebagai pembantu presiden harus loyal. Namun, penting sampaikan kalau target tidak tercapai tolong dimaklumi," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR-RI Juni lalu, Bahlil meminta peningkatan anggaran sebesar Rp1,8 triliun dengan melihat target realisasi investasi yang meningkat menjadi Rp1.400 triliun di 2023.

Baca Juga: Kisah Agen BRILink Bantu Angkat Ekonomi Keluarga dan Masyarakat di Banjarmasin

Penulis: Martyasari Rizky
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: