Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hati-hati, Kekerasan Seksual Bisa Menyerang di Media Sosial

Hati-hati, Kekerasan Seksual Bisa Menyerang di Media Sosial Kredit Foto: Unsplash/ROBIN WORRALL
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) marak di dunia online saat ini apalagi sejak pandemi. KBGO sebagai kejahatan siber dengan korban wanita maupun pria yang sering dijadikan objek pornografi harus diwaspadai.

Pengusaha dan Digital Trainee, Graphologist Diana Aletheia mengatakan menurut data Komas Perempuan KBGO terus meningkat setiap tahunnya. Dari data 2017 terdapat pelaporan 65 kasus, berlanjut 97 kasus di tahun 2018, lalu berkembang menjadi 281 kasus pada 2019. Semenjak pandemi juga terjadi peningkatan pelaporan 940 kasus tahun 2020 dan manjadi 1720 kasus tahun 2022. 

Baca Juga: Bahasa dan Media Sosial, Representasimu di Dunia Digital

"Selain itu survei Plan Internasional 2019, pada 14.000 perempuan usia 14-25 tahun di 22 negara mengungkap 50 persen partisipan menyatakan lebih sering terjadi pelecehan daring dibandingkan luring, adapun KBGO paling sering terjadi di media sosial," kata Diana saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (20/9/2022).

Adapun tiga aduan tertinggi KBGO sepanjang triwulan pertama tahun 2022 berdasarkan laporan SAVEnet mengenai pelanggaran hak-hal digital menyebut 58 laporan terkait sekstorsi, 40 kasus penyerangan pribadi, dan 35 kasus pencemaran nama baik. Jumlah tersebut relatif tinggi karena dalam kurun waktu tiga bulan, selain itu kemungkinan jumlahnya banyak yang tidak terlaporkan. 

Dari data tersebut, Diana menyebut sebagai individu maka perlu mengenali modus dan jenis-jenis KBGO agar bisa melindungi diri. Seperti cybergrooming yang merupakan upaya mendekati korban untuk diperdaya dan dimanfaatkan melalui saluran internet. Kemudian cyber harrasement di mana korban terus dikejar untuk menakuti dan melecehkan secara online, serta bentuk pelecehan online lainnya seperti menguntit akun media sosial. 

Menurut Diana, memang KBGO mungkin tidak secara fisik mengenai korban tetapi dalam psikis akan memengaruhi seperti membuat depresi, kecemasan dan ketakutan, secara ekonomi juga dapat membuat korban menjadi pengangguran karena terlampau malu untuk bersosialisasi di lingkungan kerjanya. 

KBGO yang kerap terjadi di media sosial juga membuat setiap orang harus waspada saat berbagi. Untuk keamanan, pisahkan akun pribadi, cek ulang juga pengaturan privasi, ketahui dengan siapa saja berinteraksi di media sosial, serta hindari berbagi lokasi terkini, juga amankan segala konten yang bersifat pribadi seperti foto keluarga dan anak.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi

Baca Juga: 'Banyak Politikus Barat Pergi ke Ukraina karena Cuma Upload Foto di Media Sosial'

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya antara lain Pengusaha dan Digital Trainee, Graphologist Diana Aletheia, Kabid Program dan APTIKA RTIK Indonesia, Selamet, serta Key Opinion Leader (KOL) Indra Brasco. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Dirut Baru BTPN, Ini Perjalanan Karir Henoch Munandar

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: