Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Rupiah Menguat Tinggalkan Level Rp15.000 per Dolar AS, Sapu Bersih Mata Uang Asia!

Rupiah Menguat Tinggalkan Level Rp15.000 per Dolar AS, Sapu Bersih Mata Uang Asia! Kredit Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah menguat dan meninggalkan level Rp15.000 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 23 September 2022. Melansir RTI, rupiah hari ini terapresiasi 0,59% ke level Rp14.931 per dolar AS.

Meski dibayangi sentimen kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS dan Bank Indonesia, rupiah menguat signifikan atas dolar Australia (1,65%), poundsterling (1,91%), dan euro (1,44%). 

Baca Juga: Dalam Sehari, Dana Segar Miliaran Rupiah Masuk Rekening Taipan Batu Bara Low Tuck Kwong, Ini Sumbernya!

Bahkan, rupiah menyapu bersih mata uang Asia. Rupiah menghijau atas dolar Taiwan (1,26%), yuan (1,23%), yen (1,19%), baht (1,14%), dolar Singapura (1,10%), won (0,84%), ringgit (0,82%), dan dolar Hong Kong (0,63%). 

Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 75 bps yang diikuti pula oleh kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 4,25% pada September 2022. Kenaikan tersebut menjadi yang kedua kalinya setelah naik 25 bps pada bulan Agustus 2022.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa kenaikan suku bunga ini dinilai dapat memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar global. Selain itu, kenaikan suku bunga juga sejalan dengan upaya untuk menurunkan ekspektasi inflasi di Indonesia.

"Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran 3,0±1% pada paruh kedua 2023," tegas Perry, Kamis, 22 September 2022.

Baca Juga: Anies Ramai Dikritik Soal Banjir, Sosok Ini Rindu Ahok: Era Ahok Hujan Semalaman Tidak Separah Ini Banjirnya

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Advertisement

Bagikan Artikel: