Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kunci Menangi Pilpres 2024 Dikuak Pengamat Politik, Capres Wajib Paham

Kunci Menangi Pilpres 2024 Dikuak Pengamat Politik, Capres Wajib Paham Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menyebutkan berpolitik di Indonesia harus realistis.

Hal tersebut disampaikan untuk menyoroti pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan perihal orang dari luar Jawa sulit menjadi presiden jika pemilihan umum dilaksanakan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Gegara ini, PSI Bersumpah Ogah Dukung Anies jadi Capres 2024

"Saya mengamini apa yang dikatan Pak Luhut dalam perspektif politik hari ini," ujar Adib kepada GenPI.co, Sabtu (24/9/2022).

Menurut Adib, realitanya, tokoh Jawa mendominasi pemilihan umum hingga pemilihan presiden.

"Kenapa? Karena pemilih suara terbesar itu berada di Pulau Jawa," ungkapnya.

Dirinya juga menambahkan berdasarkan informasi yang dimilikinya, sekitar 50-55 persen pemilih berasal dari pulau Jawa.

Adib menduga orang yang sudah berhasil menguasai Pulau Jawa saa saja memegang setengah tiket atau separuh pemilih Indonesia.

"Dengan demikian, pertempuran dan penguasaan politik tidak perlu ke mana-mana," terang Adib.

Sebelumnya, Luhut menyampaikan seseorang bisa tetap mengabdi pada negara meski tak menjadi presiden.

Oleh sebab itu, dirinya memaparkan seseorang dari luar Pulau Jawa harus tahu diri dan tidak memaksakan agar tidak tersakiti jika tak bisa meraih RI 1.

Baca Juga: UMP Jateng Rp1,9 Juta, Ganjar Pranowo Disentil: Buruh dan Rakyat Jateng Aja Tak Sejahtera, Gimana Mau jadi Presiden!

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: