Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pakar Komunikasi Nilai AHY Tidak Matang Berpolitik, Sekedar Framing Persepsi Publik

Pakar Komunikasi Nilai AHY Tidak Matang Berpolitik, Sekedar Framing Persepsi Publik Kredit Foto: Instagram/Agus Harimurti Yudhoyono
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing menilai Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono harus menyampaikan informasi secara objektif. 

Hal itu merespons pernyataan AHY bahwa Presiden Joko Widodo hanya sekedar 'gunting pita' proyek infrastruktur era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Emrus melihat AHY sedang mem-framing persespsi publik seolah-olah SBY banyak membangun infrastruktur.

"AHY telah melakukan framing, produk manipulasi persepsi publik. Seolah-olah bahwa SBY lebih hebat," ujar Emrus.

Emrus menuturkan AHY seharusnya detail dalam menyampaikan data. AHY perlu merinci proyek apa yang dikerjakan SBY dan Jokowi. 

Terkait hal itu, Emrus menilai AHY menunjukkan ketidakdewasaan dalam berpolitik. 

"Pandangan-pandangan yang disampaikan AHY ini menunjukkan ketidakmatangan beliau dalam berkomunikasi politik dan ketidakmatangan sebagai aktor politik. Padahal dia ketua umum partai hingga salah satu kandidat di pilpres 2024," ujarnya.

Lebih lanjut, Emrus juga menyebut AHY belum bisa disebut sebagai negarawan. Dia menyebut AHY lebh tepat disebut politisi yang ingin berkuasa.

"Kalau negarawan kan lebih mengedepankan, kekuasaan bukan penting. Tapi memperoleh kekuasaan itu harus memang egaliter. Tapi kalau seperti AHY itu belum egaliter," ujar AHY.

Emrus juga menyarankan AHY menyampaikan program untuk membangun Indonesia. Bukan sekedar membandingkan.

"Jadi adu program. Tidak membuat diksi-diksi yang sifatnya seolah-olah SBY superior," ujarnya.

Berdasarkan data, SBY hanya membangun jalan tol sepanjang 189,2 km sejak 2004 hingga 2019. Sedangkan Jokowi, telah membangun jalan tol sepanjang 1.762,3 km sejak menjabat pada tahun 2014. Bahkan, 750 km jalan tol lagi ditargetkan selesai pada 2024.

Kemudian, tercatat memang ada 18 bendungan mulai konstruksi di era SBY. Namun, seluruhnya diselesaikan di era Jokowi. Jokowi juga diketahui membangun 12 bendungan sejak menjabat. Jika diakumulasi, ada 30 bendungan yang selesai dibangun di era Jokowi. Di era Jokowi, ditargetkan juga ada 27 bendungan lagi hingga 2024.

Selanjutnya, tercatat ada 24 bandara dibangun di era sby. Sedangkan di era jokowi sebanyak 29 bandara. Jokowi bahkan diketahui menargetkan bakal ada 9 bandara baru maupun revitalisasi hingga 2024.

Selain itu, 316.590 km jalan desa selesai konstruksi di era Jokowi. 

Capaian infrastruktur desa yang ada di era Jokowi, antara lain 1.597.539 m jembatan; 1.474.544 unit air bersih desa; 501.054 unit irigasi desa; 12.297 pasar desa, dan 42.357 posyandu.

Baca Juga: Luhut Pastikan KA Argo Parahyangan Akan Ditutup Demi Kereta Cepat, Bossman: yang Nggak Sanggung Bayar Biar Jalan Kaki Aja

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: