Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Awas Hoax dan Ujaran Kebencian, Konten Negatif Berseliweran di Media Sosial

Awas Hoax dan Ujaran Kebencian, Konten Negatif Berseliweran di Media Sosial Kredit Foto: Kaspersky
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia menempati urutan ke-29 dari 32 negara yang disurvei sekaligus terendah di Asia Tenggara untuk survei mengenai tingkat kesopanan internet tahun 2020. Tiga risiko utama di ruang digital yang dihadapi warga Indonesia antara lain adalah hoaks, penipuan, ujaran kebencian dan diskriminasi

"19 persen mengaku menjadi target perundungan dan 47 persen terlibat dalam insiden. Jadi ternyata yang banyak itu mereka terlibat," ujar Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, Lilik Hamidah saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada Rabu (28/9/2022).

Baca Juga: Cegah Diri Termakan Hoax, Begini Cara Periksa Fakta dan Informasi di Internet

Mengenai konten negatif, Lilik mengatakan termasuk di dalamnya informasi atau dokumen elektronik yang memiliki muatan melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan, atau pencemaran nama baik dan pengamcaman serta penyebaran berita bohong yang mengakibatkan kerugian. Konten negatif diartikan juga sebagai substansi yang mengarah pada penyebaran kebencian dan permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan. 

Konten negatif ini ada karena menjadi salah satu sumber uang bagi pembuatnya. Digunakan untuk kepentingan politik, mencari kambing hitam, hingga tujuan memecah belah persatuan. Lebih lanjut Lilik mengemukakan cara untuk melawan hoaks seperti kemampuan literasi digital yang baik untuk seluruh pengguna media digital, agar bisa memverifikasi informasi yang beredar di internet termasuk media sosial. Kemudian memahami maksud informasi yang disampaikan dari berbagai platform, serta tidak menyebarkan ulang tanpa memastikan kebenarannya lebih dulu. 

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kota Tulungagung, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi

Baca Juga: Hargai Privasi, Tantangan Pemenuhan Etika Digital di Media Sosial

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya antara lain Pengusaha dan Digital Trainee, Graphologist Diana Aletheia, Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, Lilik Hamidah, serta Pengurus RTIK Jember dan Pegiat Digital, M Andrian Dhimas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Baca Juga: BNI Gandeng Bank Jatim Perkuat Ekonomi Digital di Jawa Timur

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: