Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ingat, Berinvestasi Harus Legal dan Logis!

Ingat, Berinvestasi Harus Legal dan Logis! Kredit Foto: Freepik
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memutus akses 3.716 konten pialang berjangka ilegal, investasi bodong atau ilegal, forex ilegal, hingga opsi biner atau binary option hingga 3 Maret 2022. Sayangnya sejumlah masyarakat masih mempercayai penawaran investasi yang berujung penipuan tersebut.

Dosen UIN SATU dan Anggota RTIK Tulungagung, Deny Yudiantoro mengatakan, tips aman berinvestasi itu 2L, legal dan logis. Sekarang banyak aplikasi yang teridentifikasi investasi bodong. Sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati.

“Yang harus kita pahami, ketika memilih produk investasi, pelajari dulu, pahami sebelum membeli,” kata Deny saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Jumat (30/9/2022).

Baca Juga: CIMB Niaga Luncurkan Produk Investasi Ramah Lingkungan, Check It Out!

Ketika ada produk investasi, lanjut dia, setiap individu harus memahami bahwa perusahaan atau lembaga keuangan yang menawarkan produk investasi legal. Cara mengecek kelegalannya bisa melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hubungi OJK untuk memastikan apakah perusahaan tersebut legal.

Kemudian, individu harus tahu lembaga keuangan yang tidak legal dan berniat melakukan investasi bodong biasanya mengimingi return tinggi. Penawaran ini tentu tidak logis.

“Misal sekarang suku bunga cuan sebesar 5 persen. Maksimal 10 persen. Kalau ada lembaga keuangan yang mengimingi berbagi hasil atau bunga 30 persen per tahun. Hati-hati, itu bisa teridentifikasi investasi bodong,” kata Deny.

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Entrepreneur & Founder of Coffee Meets Stocks, Billy Tanhadi. Kemudian Ketua STIKOSA AWS, Meithiana Indrasari, serta mengundang Dosen UIN SATU dan Anggota RTIK Tulungagung, Deny Yudiantoro.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Baca Juga: Gandeng DJKN, BSI Lelang 247 Aset dengan Limit Rp 251 Miliar

Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: