Dibekingi Amerika Serikat (AS), Israel Akhirnya Luncurkan Serangan ke Iran
Kredit Foto: Istimewa
Israel menyatakan telah melancarkan serangan militer pre-emptive terhadap Iran. Hal ini memicu eskalasi konflik dan memperkecil peluang penyelesaian diplomatik atas sengketa nuklir negara tersebut dengan Amerika Serikat (AS).
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengatakan operasi tersebut dilakukan untuk menghilangkan ancaman terhadap Tel Aviv.
Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Siaga Perang, Israel Ketar-ketir Takut Dibombardir Iran
“Negara Israel meluncurkan serangan pre-emptive terhadap mereka untuk menghilangkan ancaman terhadap kami,” kata Katz.
Laporan media internasional menyebutkan ledakan terdengar di Teheran. Sementara sirene peringatan serangan udara berbunyi dalam berbagai wilayah dari Israel.
Israel mengatakan operasi tersebut telah direncanakan selama berbulan-bulan dan dilakukan dengan koordinasi bersama dengan Amerika Serikat (AS). Tanggal peluncuran operasi disebut telah diputuskan beberapa minggu sebelumnya.
Militer Israel sendiri segera memberlakukan langkah darurat setelah serangan dilakukan. Pemerintah menutup sekolah dan sebagian besar tempat kerja kecuali sektor penting.
Tel Avid juga menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil. Otoritas bandara meminta masyarakat tidak mendatangi bandara karena seluruh penerbangan sipil dihentikan sementara.
Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari Iran.
Adapun serangan ini terjadi di tengah negosiasi yang kembali berlangsung antara Washington dan Teheran. Israel sebelumnya menegaskan bahwa kesepakatan apa pun antara keduanya harus mencakup pembongkaran seluruh infrastruktur nuklir dari Iran.
Iran sendiri menyatakan bersedia membahas pembatasan program nuklirnya dengan syarat pencabutan sanksi ekonomi internasional, namun menolak mengaitkannya dengan program rudal balistik.
Baca Juga: Tanggapi Kim Jong Un, Begini Respons Amerika Serikat (AS) Soal Ajakan Pemimpin Korea Utara
Teheran menegaskan akan membela diri jika diserang dan sebelumnya telah memperingatkan bahwa pihaknya akan menargetkan pangkalan militer dari Amerika Serikat di Timur Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: